0
Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd
1. Sekali lagi saya tegaskan saya bersikap pasif dalam Pilpres 2014
Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd
2. Saya tidak dukung baik Jokowi JK maupun Prabowo Hatta. Saya netral terhadap kedua pasangan ini
Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd
3. PBB sebagai institusi partai memang menyatakan dukungan kepada pasangan Prabowo Hatta
Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd
4. Namun saya sebagai pribadi dan warganegara memilih sikap pasif dan netral
Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd
5. Saya menolak nama saya dicantumkan dalam timses salah satu dari kedua pasangan, karena saya memilih sikap pasif
Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd
6. Karena itu saya tidak akan aktif dalam kegiatan dukung mendukung salah satu pasangan calon dlm Pilpres kali ini
Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd
Ini juga telah memuat sikap saya terhadap pasangan Prabowo-Hatta dan Jokowi JK. Silahkan simak http://t.co/dzQNO40X1O
Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd
1. Negara ini kini sy sebut sebagai "Negara Apa Boleh Buat" karena sistemnya tdk mampu menangkal kebuntuan konstitusional, bila itu terjadi
Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd
2. Sistem kita Presidensial. Walau tdk disebut tegas dlm UUD45, namun dpt dipahami bhw Presiden adalah Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan
Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd
3. Presiden memegang jabatan selama 5 tahun, dan sesudah itu dapat dipilih lagi maksimum 1 periode
Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd
4. Jabatan Presiden SBY periode kedua akan berakhir 20 Oktober nanti. DPR, DPD dan MPR akan berakhir lebih awal 1 Oktober
Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd
5. Kalau masa bakti anggota DPR, DPD, MPR berakhir 1 Oktober nanti dan tdk dilantik yg baru, maka akan terjadi kevakuman 3 lembaga negara
Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd
6. Demikian jg jika 20 Oktober nanti tidak dilantik Presiden/Wakil Presiden baru, maka akan terjadi kevakuman kekuasaan pemerintahan negara
Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd
7. Kalau masa bakti DPR, DPD, MPR berakhir dan masa jabatan Presiden/Wapres habis, tdk ada yg berwenang memperpanjangnya
Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd
8. Beda dg sistem parlementer. Kalau PM mundur atau jatuh, parlemen bisa membentuk pemerintah sementara sampai selesai Pemilu baru
Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd
9. Raja, Ratu atau Presiden Konstitusional bisa mengesahkan PM sementara untuk memimpin pemerintahan transisi
Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd
10. Di zaman Orla dan awal Orba, MPRS bisa berfungsi sebagai MPR sesungguhnya. MPRS bisa tunjuk Pejabat Presiden, bahkan memilih Prsesiden
Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd
11. Sekarang, setelah amandemen UUD 45, semua itu tidak bisa lagi. Masa jabatan berakhir tepat waktu, dan harus diganti tepat waktu pula
Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd
12. Akibat dari semua itulah, maka saya katakan negara kita sekarang ini adalah "Negara Apa Boleh Buat".
Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd
13. Istilah itu saya pinjam dari sahabat saya Tan Sri Ahmad Johan, seorang pengusaha penerbangan asal Malaysia
Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd
14. Dia bilang pada saya, kalau istri ada satu, jangan buat jadi dua. Tapi kalau sudah ada dua "apa boleh buaaaat" katanya terkekeh-kekeh
Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd
15. Bagi saya, lepas orang lain setuju atau tidak, Pemilu Legislatif 2014 ini adalah pemilu terburuk sepanjang sejarah reformasi
Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd
16. Sogok menyogok terjadi dimana-mana. Untuk dapat kursi, partai dan calegnya harus keluarkan uang ratusan milyar
Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd
17. Calon pemimpin menyogok rakyatnya agar memilih. Sebagian rakyat juga minta disogok agar memilih sang calon pemimpin
Load Remaining (29)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.