"Cerita Legenda Adipati Karna & Yudistira Dalam Pewayangan Jawa" by @RagilNugroho1

biology society education Puppet
0
ragilnugroho @ragilnugroho1
Dulu, pertunjukan wayang diputar di radio. Orang semalam suntuk mantengi sampai subuh. Skrng sdh gak ada yg kayak gitu
ragilnugroho @ragilnugroho1
Pertunjukan wayang live, juga ditoton ramai sembari menikmati cemilan kacang rebus atau ketela rembus n umbi2an lain. Skrng gak ada
ragilnugroho @ragilnugroho1
Nah, klu dlm pertunjukan wayang live, biasanya ada lokasi judi otok (dadu) dipojok2 gelap
ragilnugroho @ragilnugroho1
Jajanan yg disukai anak2 di pentas wayang live biasanya gulali (terbuat dari gula jawa yg dicairkan). Skrng dah jarang
ragilnugroho @ragilnugroho1
Dari wayang itulah masyarakat zaman dulu belajar politik. Bukan lewat fakultas ilmu sosial politik
ragilnugroho @ragilnugroho1
Bisa dilihatkan sekarang pengamat lulusan sekolahan: kering analisanya. Mereka menjadikan politik seperti matematika: angka2 persenan
ragilnugroho @ragilnugroho1
Coba ditelusuri politisi yg kuat seperti Sukarno, Suharto, Susilo: mereka sangat paham wayang.
ragilnugroho @ragilnugroho1
Bukan saya berharap semua orang menjadi jawa, tp wayang ini perlu dipelajari, krn politik indonesia tak jauh dari wayang
ragilnugroho @ragilnugroho1
Makanya pengamat2 luar yg analisanya tajam, klu mau memahami politik indonesia, pasti belajar wayang dulu
ragilnugroho @ragilnugroho1
Lha pengamat kita, patokannya cuma hasil survei, makanya sering meleset analisanya.
ragilnugroho @ragilnugroho1
Wayang di indonesia beda dg india. Di jawa ada tokoh semar, togog, mbilung, limbuk, gareng, petruk, bagong, dll
ragilnugroho @ragilnugroho1
Masyarakat Indonesia dlm kajian Clifford Geertz kan terdiri dari priyayi, santri n abangan. Semua itu hidup dlm budaya wayang
ragilnugroho @ragilnugroho1
Nah, sekarang ini kubu santri (Prabowo cs) vs abangan (Jokowi cs). Keduanya dipengaruhi kultur wayang
ragilnugroho @ragilnugroho1
Saya lanjutkan sedikit tentang wayang versi Jawa. Tteng Adipati Karna
ragilnugroho @ragilnugroho1
Karna adalah anak Kunti (ibu Pandawa) yang dibuang krn bapaknya tidak jelas. Ia kemudian dirawat o seorang sais kreta
ragilnugroho @ragilnugroho1
Kurawa yang melihat bakat Karna yang mempunyai keahlihan dlm perang (khususnya memanah), kemudian mengankat Karna sbg saudara #wayang
ragilnugroho @ragilnugroho1
Karna tumbuh di lingkungan Kurawa yang merupakan musuh Pandawa #wayang
ragilnugroho @ragilnugroho1
Dalam sebuah sayembara panah u merebutkan Drupadi, Karna hampir menang, tp Pandawa dg curang menggagunya #wayang
ragilnugroho @ragilnugroho1
Walaupun Pandawa dlm pewayangan dikenal sebagai golongan baik, tp tingkah Pandawa yg licik mencurangi Karna dianggap tdk pantas #wayang
ragilnugroho @ragilnugroho1
Dalam filosofi wayang Jawa, karna walaupun berada dipihak Kurawa, dihormati sebagai pahlawan. Kenapa? #wayang
ragilnugroho @ragilnugroho1
Walaupun masih saudara dg Pandawa lain bapak, tapi Karna teguh dengan pendiriannya membela Kurawa. Mengapa? #wayang
ragilnugroho @ragilnugroho1
Karena Karna menyadari, ia sudah berhutang banyak pada Kurawa. Walaupun dia tau Kurawa berada di pihak yg salah, ia mesti membayar hutang
ragilnugroho @ragilnugroho1
Walaupun Pandawa benar, Karna tak mau loncat pagar u membela Pandawa n kemudian memusuhi Kurawa yg telah merawatnya #wayang
ragilnugroho @ragilnugroho1
Oleh sebab itu, Karna dlm filosofi wayang Jawa dihormati sebagai Ksatria yg teguh dlm pendiriannya. Dlm situasi kritis ia tak tergoyahkan
Load Remaining (33)

Comment

Ihsan Abdusyari' @reksonagoro 23/07/2017 23:14:44 WIB
Mhn maaf, bukankah nama gajah yang dibunuh adalah Hestitama? ini versi wayang Jawa yg saya tahu. mhn koreksi, jk sy keliru.
Login and hide ads.
Login and hide ads.