#Kopiluwak dalam Pandangan Fiqih by @mahdy_alatas

Kopiluwak kini telah gencar dipromosokin. Mungkin pembaca salah satu penggemarnya. Nah bagaimana Hukum Fiqih mengkonsumsi nya, simak pembahasan berikut kultwitt oleh Habib @mahdy_alatas
0
@mahdy_alatas
#Kopiluwak :1 Kopi luwak kini tengah gencar dipromosikan. Mungkin, pembaca termasuk penggemarnya yang suka menikmati kelezatannya.
@mahdy_alatas
#kopiluwak :2 Apakah kopi luwak itu? Bagaimana hukum mengonsumsinya? Tulisan ini akan mengkajinya dari kacamata hukum fikih.
@mahdy_alatas
#kopiluwak :3 Kopi luwak adalah kopi yang telah dipilih dan dimakan oleh binatang luwak.
@mahdy_alatas
#kopiluwak :4 Luwak memilih buah kopi yang mempunyai tingkat kematangan yang sempurna berdasarkan rasa dan aroma
@mahdy_alatas
#kopiluwak :5 mengupasnya dengan mulut, lalu menelan lendir yang manis serta bijinya
@mahdy_alatas
#kopiluwak : 6 Biji kopi yg msh trbungkus kulit pembalut yg keras/kulit tanduk (smacam tempurung dlm kelapa) tdk hancur dlm pencernaan luwak
@mahdy_alatas
#kopiluwak :7 Sistem pencernaan luwak yang kondusif membuat biji kopi yang keluar bersama feses/kotoran luwak masih utuh terbungkus kulit
@mahdy_alatas
#kopiluwak :8 Pada saat biji kopi berada dalam pencernaan luwak, terjadi proses fermentasi secara alami selama kurang lebih 10 jam
@mahdy_alatas
#kopiluwak :9 Prof Massiomo Marcone seorang guru besar dari Kanada menyebutkan bahwa fermentasi pada percernaan luwak ini
@mahdy_alatas
#kopiluwak :10 menjadikan kopi berkualitas tinggi. Selain berada pada suhu fermentasi optimal 24-26 derajat C,
@mahdy_alatas
#kopiluwak :11 juga dibantu oleh enzim dan bakteri yang berada di pencernaan luwak tersebut.
@mahdy_alatas
#kopiluwak :12 Apakah biji kopi yang keluar dari perut luwak bersama kotorannya itu hukumnya halal dikonsumsi?
@mahdy_alatas
#kopiluwak :13 Bukankah ia telah tercampur dengan najis, yaitu feses luwak?
@mahdy_alatas
#kopiluwak :14 Untuk mengkaji masalah ini, fuqaha’ telah mengkajinya ratusan tahun yang silam
@mahdy_alatas
#kopiluwak :15 Dalam menghukumi apakah kopi luwak itu halal atau haram, kajian fikih mengawalinya dari paradigma atau sebuah pertanyaan
@mahdy_alatas
#kopiluwak: 16 apakah kopi yang berada di dalam pencernaan luwak yang kemudian keluar bersama fesesnya itu najis atau mutanajjis?
@mahdy_alatas
#kopiluwak :17 Apabila biji kopi yang keluar bersama kotoran luwak itu dihukumi najis, kopi luwak itu jelas tidak halal/haram dikonsumsi.
@mahdy_alatas
#kopiluwak :18 Namun, apabila status biji kopi yang keluar dari perut luwak itu dihukumi mutanajjis (hanya bersentuhan najis)
@mahdy_alatas
#kopiluwak :19 biji kopi itu dapat disucikan dengan air mutlak & halal untuk dikonsumsi. Tentu, setelah melalui proses dibersihkan kulitnya
@mahdy_alatas
#kopiluwak :20 digongso/digoreng, dan dilembutkan menjadi bubuk kopi.
@mahdy_alatas
#kopiluwak :21 Nah, bagaimana pandangan fikih terhadap masalah ini?
@mahdy_alatas
#kopiluwak :22 Dalam buku-buku fikih, disebutkan bahwa biji-bijian yang keluar bersama kotoran atau muntah hewan itu dihukumi mutanajjis
@mahdy_alatas
#kopiluwak :23 dengan catatan biji-bijian itu keras, masih utuh, tdk berubah, yang indikasinya apabila biji-bijian itu ditanam, bisa tumbuh
@mahdy_alatas
#kopiluwak :24 Biji2an tersebut bisa menjadi suci karena dicuci dan halal dimakan. Namun, apabila biji2an itu tlh berubah, dihukumi najis
@mahdy_alatas
#kopiluwak :25 Dalam kitab Fathul Mu’in dengan syarah I’anah ath-Thalinin juz I, disebutkan...
Load Remaining (26)

Comment

Login and hide ads.