0
Mun'im Sirry @MunimSirry
Mumpung lagi libur Paskah, sebentar lagi saya akan TL tentang ayat yang saya anggap sebagai manifesto teologi feminisme dalam al-Qur'an.
Mun'im Sirry @MunimSirry
As always, TL ini utk nemanin anda sarapan pagi. Maka, sediakan kopi anget, apalagi jk sambil baca buku "Polemik Kitab Suci." Pasti mantapp
Mun'im Sirry @MunimSirry
1. “Perempuan Penentang dalam al-Quran.” TL ini merupakan refleksi singkat tentang surat 58 al-Quran: al-Mujadilah (Perempuan Penentang).
Mun'im Sirry @MunimSirry
2. Terutama 4 ayat pertama. Ketika baca ayat pertama, saya pikir inilah manifesto teologi feminisme al-Quran. Kenapa? Nanti saya jelaskan.
Mun'im Sirry @MunimSirry
3. Saya jelaskan dahulu kenapa saya tiba-tiba TL tentang perempuan dalam al-Quran, sebuah tema yang diminati banyak orang.
Mun'im Sirry @MunimSirry
4. Saya sedang menulis paper tentang bagaimana al-Quran mendeskripsikan retorika dan argumen para penolaknya sendiri.
Mun'im Sirry @MunimSirry
5. Ini bagian dari kesarjaan the Quran's Self-Image yang sudah dikembangkan banyak sarjana, seperti Dan Madigan.
Mun'im Sirry @MunimSirry
6. Tapi, bukan bagaimana al-Quran menggambarkan dirinya (seperti karya Madigan), melainkan bagaimana al-Quran menggambarkan musuh2nya.
Mun'im Sirry @MunimSirry
7. Dlm banyak ayat, al-Quran merekam begitu rinci kata-kata para penolaknya, seolah seperti kutipan langsung.
Mun'im Sirry @MunimSirry
8. Kan banyak kalimat, seperti “Orang-orang kafir atau musyrik berkata: bla bla bla,” sehingga jk diterjemahkan biasanya diberi kata kutip.
Mun'im Sirry @MunimSirry
9. Saya mencoba memahami argumen para penolak yg digambarkan al-Quran, kemudian bagaimana ia melakukan counter-argumentation.
Mun'im Sirry @MunimSirry
10. Dari diskusi ini saya ingin memahami audience al-Quran. Dgn mengamati argumen mereka akan terlihat kompleksitas iklim kelahiran al-Quran
Mun'im Sirry @MunimSirry
11. Saya cenderung pada kesimpulan, bhw iklim di mana al-Quran muncul itu lebih berperadaban tinggi ketimbang yg digambarkan sumber2 Muslim.
Mun'im Sirry @MunimSirry
12. Tesis John Wansbrough, al-Quran itu lahir di daerah berperadaban tinggi di Irak, bukan di Hijaz sebagaimana disebutkan sumber2 Muslim.
Mun'im Sirry @MunimSirry
13. Saya kira, Wansbrough terlalu radikal. Saya percaya pada sumber2 Muslim bahwa al-Quran lahir di Hijaz (Mekah dan Madinah).
Mun'im Sirry @MunimSirry
14. Tapi, saya berbeda dari sumber-sumber Muslim yg menggambarkan peradaban Mekah begitu primitif. Argumen musuh2 al-Quran begitu canggih.
Mun'im Sirry @MunimSirry
15. Apakah argumen2 mereka merefleksikan kenyataan yg sebenarnya atau semata retorika al-Quran, tetaplah audience-nya sangat cerdas.
Mun'im Sirry @MunimSirry
16. Maksudnya: jk yg pertama, artinya al-Quran merekam argumen orang-orang sungguhan yg memang menolak al-Quran. Dan mrk sangat argumentatif
Mun'im Sirry @MunimSirry
17. Jk yg ke-2, kutipan al-Quran itu bukanlah ucapan yg dikemukakan oleh musuh-musuh al-Quran, krn Tuhan bukan “wartawan” dgn tape recorder.
Mun'im Sirry @MunimSirry
18. Saya lebih condong pada yg kedua ini. Sebenarnya tdk sulit utk memahami pandangan ini, ya kayak dialog imajinatif saja.
Mun'im Sirry @MunimSirry
19. Al-Quran menisbatkan argumen2 penolakan ke mulut interlocutor-nya. Tentu saja, argumen penolakan itu sudah berkembang umum di zamannya.
Mun'im Sirry @MunimSirry
20. Ah, pengantar ini kelamaan. Pasti sdh ada yg protes, “foreplay”-nya kelamaan. Sy sengaja pengantar-nya panjang krn temanya ttg perempuan
Mun'im Sirry @MunimSirry
21. Katanya sih, ibu-ibu suka yang lama, sementara bapak-bapak tidak sabaran pengen langsung masuk ke masalah utama.
Mun'im Sirry @MunimSirry
22. Baiklah. Begini: Salah satu kata kunci argumen penolakan al-Quran dalam al-Quran ialah kata “jadala” (to dispute, menentang, menyanggah)
Mun'im Sirry @MunimSirry
23. Sebab itulah saya mempelajari surat al-mujadilah itu, yg berarti “perempuan penentang.” Juga disebut “mujadalah” (pertentangan).
Load Remaining (37)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.