1
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Terkadang ego mengaburkan hawa yg berbisik dalam benak manusia. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Akibatnya, apa yg sesungguhnya adalah bisikan hawa terlintas seakan ia datang dari hati. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Dalam hal peribadatan misalnya, terkadang dorongan beribadah justru datang dari hawa yg dikaburkan ego, dan bukan dari hati. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Maka dlm kasus demikian, seseorang merasakan keinginan beribadah yg dahsyat. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Tapi ia lengah, karena sesungguhnya dorongan ibadah tsbt bukan datang dari hati, namun dari hawa. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Akibatnya, dorongan utk beribadah tsbt dimasuki niat2 pamer dan merasa diri baik hanya karena rajin ibadah. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Dewasa ini kita menyaksikan banyak org beribadah, namun hasilnya justru perasaan sok suci dan merasa lbh baik dr org lain. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Yg demikian, bagi kaum Sufi, adalah tanda2 rusaknya niat seorang hamba. Ini contoh dari ibadah yg didorong oleh bisikan hawa. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Sang hamba merasa bahwa dorongan ibadahnya muncul dari hati. Namun sesungguhnya ia muncul dari geliat hawa yg dikaburkan oleh ego. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Inilah pentingnya kita utk lebih berhati2 dalam peribadatan. Pentingnya meluruskan niat. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Ibadah bukan untuk menimbulkan sikap bangga diri, sok suci, dan merasa lebih baik dr org lain. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Ibadah, menurut para Sufi, justru menimbulkan rasa rendah hati. Merasa diri jauh dr kesempurnaan dan memerlukan pembenahan. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Ibadah adalah proses pembenahan diri, bukan tanda2 kesempurnaan dan kebaikan diri, apalagi merendahkan org lain. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Terkadang hawa berbisik pd seorang Sufi yg sedang berkhalwat (menyendiri). Hawa berbisik pd sang Sufi utk keluar dr khalwatnya. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Bisa jadi sang Sufi kemudian merasa bahwa bisikan tersebut datang dr hati yg menyuruhnya tuk keluar dari khalwatnya. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Maka sang Sufi-pun keluar dari khalwatnya ke pegunungan, lembah, atau dataran luas. Di sana ia merasa keluasan pikiran. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Dgn berada di dataran luas, ia merasa dapat berpikir dengan jernih dan cermat. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Padahal keinginan keluar dr khalwat menuju ke dataran luas itu muncul atas bisikan hawa, dan bukan dari hati. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Akibatnya, dgn mengikuti bisikan hawa tsbt, ego sang hamba menjauh dari kontrol hati. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Dengan mengikuti bisikan hawa, ego merasakan relaksasi. Ia tak lagi terkontrol oleh hati. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Inilah mengapa, saat sang sufi keluar dari khalwatnya menuju pegunungan/datasan luas, ia merasakan keluasan dan ketenangan. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Namun keluasan itu bukanlah keluasan hati. Justru keluasan ego yg terbebas dari kontrol hati. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Akibatnya, saat sang sufi kembali ke dalam khalwatnya, ia merasakan kepenatan dan kesumpekan. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Ego yg sebelumnya terbebaskan, kini mendekat kembali dan masuk ke dalam kontrol hati. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Karena itu, ego merasa keberatan. Ia ingin kembali keluar dari khalwat menuju padang bebas yg luas. #khawatir
Load Remaining (28)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.