2
#99 @PartaiSocmed
Berikut kami ingin ingatkan tweeps utk waspada terhadap cara2 licik kader2 PKS dlm menyikapi kekalahannya
#99 @PartaiSocmed
Belakangan ini mulai ramai beredar foto2 formulir C1 dg penghitungan yg salah. Umumnya yg jadi tertuduh disini adalah PDIP
#99 @PartaiSocmed
Berikut contoh foto yg banyak disebar luaskan para simpatisan dan kader PKS http://t.co/s8Fuh6JP6y
Expand pic
#99 @PartaiSocmed
Menyikapi info2 spt ini hendaknya masyarakat bersikap kritis! Bisa jadi memang ada kecurangan tapi bisa jadi pihak penuduhlah yg curang!
#99 @PartaiSocmed
Hampir semua formulir yg difoto dan disebar luaskan tidak/belum ditanda tangani oleh saksi
#99 @PartaiSocmed
Ini berarti memang terjadi salah hitung. Dan tentu saja dapat direvisi setelah ada keberatan dari para saksi
#99 @PartaiSocmed
Tidak mungkin saksi dari partai yg dirugikan bersedia menandatangani hasil perhitungan yg salah tsb
#99 @PartaiSocmed
Itulah alasan mengapa hampir semua foto yg disebar luaskan belum ada tanda tangan saksinya. Jadi sesungguhnya tidak ada kecurangan
#99 @PartaiSocmed
Alasan kedua, jika kita menonton acara MataNajwa yg menghadirkan Bambang Widjajanto. Beliau menyuarakan bahwa formulir C1 bisa dipalsu
#99 @PartaiSocmed
BW menyampaikan bahwa formulir C1 bisa dicetak di percetakan biasa. Artinya kemungkinan bisa saja dipalsukan utk membuat fitnah
#99 @PartaiSocmed
Sebagaimana kita ketahui bersama saudara2 kita di PKS itu sudah tidak bisa lagi membedakan mana cara yg halal dan mana cara yg haram
#99 @PartaiSocmed
Bagi teman2 simpatisan PKS itu membuat berita hoax, memalsukan dokumen, mengedit iklan dan tweet orang adalah hal yg biasa dan dihalalkan
#99 @PartaiSocmed
Metode menghalalkan segala cara ini membuat kita tidak bisa membedakan apa yg mereka sampaikan itu kebenaran atau kebohongan
#99 @PartaiSocmed
Bisa jadi kali ini mereka jujur. Tapi apa jaminannya, mengingat kebiasaan selama ini menghalalkan kebohongan yg mendarah daging itu?
#99 @PartaiSocmed
Bisa jadi juga kali ini mereka melakukan kebohongan seperti biasa mrk lakukan demi membela harga diri yg terpukul krn kalah pemilu
#99 @PartaiSocmed
Intinya, mereka yg menghalalkan cara2 culas dan bohong pada akhirnya memetik hasil perbuatannya sendiri. Apapun ucapannya tak dipercaya!
#99 @PartaiSocmed
Namun begitu kami setuju jika pemilu harus berjalan jujur dan adil. Siapapun yg curang harus diberi sanksi yg setimpal!
#99 @PartaiSocmed
Tak perduli dari Golkar, PDIP, Gerindra, PKS, dll. Siapapun caleg yg mencurangi pemilihan harus diberi sanksi dan dieliminir!
#99 @PartaiSocmed
Namun kami juga mengingatkan publik utk tidak terlalu mudah termakan fitnah pihak2 yg kecewa krn kalah
#99 @PartaiSocmed
Sebab ada satu hal pilar terpenting demokrasi yg absen pd demokrasi bangsa ini, yakni SPORTIFITAS
#99 @PartaiSocmed
Mereka hanya siap menang meskipun dg menghalalkan berbagai cara. Mereka juga akan mengeluarkan 1001 fitnah saat kalah. Sama saja!
#99 @PartaiSocmed
Jadi bersikap kritislah memilah informasi yg masuk. Sebab ini jamannya banjir informasi. Dan sebagian informasi tsb HOAX
#99 @PartaiSocmed
Sekian penjelasan dari kami. Terimakasih
Login and hide ads.