0
#99 @PartaiSocmed
Kultwit kali ini kami tidak akan bicara tentang prediksi koalisi. Tapi kami akan fokus bicara tentang koalisi partai2 dg PDIP
#99 @PartaiSocmed
Mengapa demikian? Karena terlepas dari berapapun perolehan suara PDIP, tapi mereka punya capres yg paling berpotensi menang
#99 @PartaiSocmed
Jadi, seandainyapun kemarin perolehan suara PDIP tidak sampai 10% sekalipun. PDIP tetap jadi partai idola utk diajak koalisi
#99 @PartaiSocmed
Sebab orang berkompetisi utk menang. Dan pilpres tdk ada hubungannya dg perolehan suara partai. Disinilah nilai tawar PDIP yg sesungguhnya
#99 @PartaiSocmed
Berbicara tentang koalisi ideal maka kita perlu mengacu pengertian koalisi ideal versi Jokowi sebelum pileg kemarin
#99 @PartaiSocmed
Berulangkali Jokowi menyampaikan tidak ingin koalisi dagang sapi. Koalisi bagi2 jatah menteri atau jabatan lain
#99 @PartaiSocmed
Kali ini harus kami sampaikan bahwa TAK AKAN ADA koalisi ideal ala Jokowi itu. Kecewa? Monggo.. Inilah konsekwensi demokrasi multi partai
#99 @PartaiSocmed
Betapapun dalam menjalin koalisi pasti ada proses tawar menawar. Tak mungkin sebuah partai diminta mendukung "tanpa reserve"
#99 @PartaiSocmed
Meskipun tak ada yg namanya koalisi ideal namun koalisi yg efektif tetap bisa dibuat. KOALISI EFEKTIF inilah yg perlu dibentuk
#99 @PartaiSocmed
Koalisi efektif bisa dicapai dg dua pertimbangan: 1. Bentuk perjanjian koalisi 2. Jumlah kursi di parlemen
#99 @PartaiSocmed
Belajar dari pengalaman koalisi pemerintahan saat ini yg amburadul. Maka seharusnya PDIP paham betul bagaimana sebuah koalisi diikat
#99 @PartaiSocmed
Koalisi yg dibentuk SBY diikat dalam sebuah fakta integritas yg berisi poin2 yg disepakati bersama
#99 @PartaiSocmed
Sekali lagi, bangsa ini sungguh lemah dalam persoalan legal perjanjian. Hal ini tercermin juga dalam materi fakta integritas tsb
#99 @PartaiSocmed
Poin2 yg tercantum dalam fakta integritas tsb nyatanya terlalu normatif. Sama sekali tidak mebahas detail hak, kewajiban, sanksi dll
#99 @PartaiSocmed
Akibat perjanjian yg terlalu normatif itu maka semua pihak bisa menginterpretasikannya sesuai kepentingannya sendiri2
#99 @PartaiSocmed
Inilah kesalahan terbesar dari koalisi pemerintahan saat ini. Terlalu mengandalkan niat baik pihak2 terkait
#99 @PartaiSocmed
Padahal sebuah perjanjian seharusnya dibuat untuk mengantisipasi terjadinya wanprestasi
#99 @PartaiSocmed
Sehingga perlu dibuat perjanjian yg mengikat yg berisi detail perihal hak, kewajiban dan sanksi2nya.
#99 @PartaiSocmed
Segala potensi salah paham, kecurangan dan wanprestasi harus terwakili dalam poin2 perjanjian tersebut
#99 @PartaiSocmed
Selanjutnya, sanksi2 yg diterapkan juga harus jelas. Tak boleh multi tafsir, apalagi tak ada sanksi sama sekali
#99 @PartaiSocmed
Dengan demikian saat pihak2 terkait hendak melanggar isi perjanjian, mereka sudah tahu betul konsekwensi apa yg pasti dihadapi
#99 @PartaiSocmed
Hal inilah yg luput dari perjanjian koalisi pemerintah saat ini. Akibatnya memang harus dibayar mahal
#99 @PartaiSocmed
Kita semua tahu akibat perjanjian amatiran ini koalisi tidak berjalan lancar. Munculah partai "nakal" dlm koalisi
#99 @PartaiSocmed
Dan kita juga menjadi saksi betapa partai2 "nakal" ini tak mendapat sanksi. Sebab mereka bisa berlindung dibalik perjanjian yg normatif
Load Remaining (34)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.