0
MudahUmroh @MudahUmrohID
Perubahan yang terjadi dalam orientasi politik Umar ketika itu tidak pula disertai perubahan pemikirannya dalam bidang sosial. Dalam (1/52)
MudahUmroh @MudahUmrohID
beberapa masalah pokok, pemikiran Umar dari segi sosial berbeda dengan pemikiran Abu Bakar yang ada kalanya sampai sangat (2/52)
MudahUmroh @MudahUmrohID
berlawanan. Abu Bakar cenderung mempersamakan semua kaum Muslimin, tidak hendak membeda-bedakan yang Arab dan yang bukan-Arab, dan (3/52)
MudahUmroh @MudahUmrohID
antara yang mula-mula dalam Islam dan yang kemudian. Pada masanya di dekat Madinah terdapat sebuah tambang emas dan pembagian emas (4/52)
MudahUmroh @MudahUmrohID
yang dihasilkan dari tambang tersebut dipersamakan antara kaum Muslimin. Ketika dikatakan kepadanya tentang kelebihan mereka yang (5/52)
MudahUmroh @MudahUmrohID
sudah lebih lama dalam Islam sesuai dengan kedudukan mereka, ia menjawab: “Mereka menyerahkan diri kepada Allah dan untuk itu mereka (6/52)
MudahUmroh @MudahUmrohID
patut mendapat balasan; Dia Yang akan memberi ganjaran di akhirat. Dunia ini hanya tempat menyampaikan.” Abu Bakar mengajak (7/52)
MudahUmroh @MudahUmrohID
orang-orang Mekah bermusyawarah untuk menyerbu Syam dan meminta bantuan mereka seperti yang telah dilakukannya terhadap penduduk (8/52)
MudahUmroh @MudahUmrohID
Madinah. Tetapi kebalikannya, Umar dengan pemikirannya itu lebih cenderung pada sistem kelas (bertingkat). Ia mengutamakan mereka (9/52)
MudahUmroh @MudahUmrohID
yang sudah lebih dulu dalam Islam, dan lebih utama lagi dari mereka adalah keluarga Rasulullah (ahlul bait). Pemikiran Umar demikian (10/52)
MudahUmroh @MudahUmrohID
telah bekas dalam kehidupan umat Islam, dan dalam politik kedaulatan Islam telah mengemudikan sejarah Islam selama berabad-abad, (11/52)
MudahUmroh @MudahUmrohID
yang sampai sekarang masih berbekas. Pada masa Abu Bakar, Umar tidak menyembunyikan kecenderungannya untuk lebih mengutamakan (12/52)
MudahUmroh @MudahUmrohID
kelas-kelas tertentu. Tatkala Abu Bakar mengajak orang-orang Mekah bermusyawarah untuk menyerbu Syam dan meminta bantuan mereka (13/52)
MudahUmroh @MudahUmrohID
seperti yang telah dilakukannya terhadap penduduk Madinah, Umar langsung menentang, yang dasarnya ingin menjaga agar kaum Muhajirin (14/52)
MudahUmroh @MudahUmrohID
dan Anshar yang mula-mula dalam Islam didahulukan dari kaum Muslimin yang lain dalam soal kekuasaan dan dalam mengemukakan pendapat. (15/52)
MudahUmroh @MudahUmrohID
Pendapat Umar ini ditentang oleh Suhail bin Amr dengan mengatakan: “Bukankah kami saudara-saudara kalian dalam Islam dan saudara (16/52)
MudahUmroh @MudahUmrohID
seayah dalam keturunan? Karena dalam hal ini Allah telah memberi kedudukan kepada kalian, yang tak ada pada kami, lalu kalian mau (17/52)
MudahUmroh @MudahUmrohID
memutuskan hubungan silaturahmi dan tidak menghargai hak kami!?” Umar menjawab terus-terang: “Seperti yang Anda lakukan, apa yang (18/52)
MudahUmroh @MudahUmrohID
sudah saya sampaikan kepada kalian hanyalah sebagai nasihat dari orang yang sudah lebih dulu dalam Islam, dan lebih sesuai dengan (19/52)
MudahUmroh @MudahUmrohID
keadilan yang berlaku antara kalian dengan Muslimin yang lebih berjasa daripada kalian.” Apa yang dilihat Umar dengan lebih (20/52)
MudahUmroh @MudahUmrohID
mengutamakan orang-orang yang sudah lebih dulu dalam Islam dan veteran Badar serta keluarga Rasulullah, dasarnya bukanlah karena (21/52)
MudahUmroh @MudahUmrohID
didorong nafsu, tetapi karena ingin memberikan kepuasan. Baginya tak ada pengaruh apa-apa dalam berhubungan dengan mereka semua dan (22/52)
MudahUmroh @MudahUmrohID
dalam keadilannya terhadap mereka pada masa pemerintahan Abu Bakar dan pada masa pemerintahannya sendiri. Soalnya karena keadilan (23/52)
MudahUmroh @MudahUmrohID
memang sudah menjadi bawaannya. Arti keadilan dalam diri Umar sudah lengkap, gambarannya sudah menjelma dalam nuraninya. Selama dua (24/52)
Load Remaining (29)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.