0
Ayah @semesta_kicau
siapapun yang berkhianat terhadap amanah rakyat, harus dilawan. artinya bukan hanya jokowi, tapi siapapun yang melanggar sumpah jabatan.
Ayah @semesta_kicau
tak peduli itu tokoh Islam, jika dia sudah mendapat amanah rakyat, sudah sumpah jabatan lalu khianat, sikat. mereka tak ubahnya sampah.
Ayah @semesta_kicau
hal ini penting untuk dilakukan demi memberi satu pesan penting pada para politisi: 'jangan main-main dengan rakyat!'
Ayah @semesta_kicau
sudah cukup kiranya rakyat hanya menjadi komoditas politik belaka. rakyat harus punya nilai tawar dan dihormati oleh politisi.
Ayah @semesta_kicau
dimulai dengan rakyat yang cerdas. tidak memberi ampun pada partai yang mengecewakan dan mengkhianati kepercayaan yang sudah diberikan.
Ayah @semesta_kicau
sekali mengkhianati dan dimaafkan, selamanya rakyat akan seperti itu diperlakukan. mereka berpikir: 'khianati aja, toh akhirnya dimaafkan'
Ayah @semesta_kicau
menjelang pemilu (legislatif dan presiden) cermati dengan benar partai dan politisi. kalau ada kutu loncat, jangan ampuni. siapapun itu.
Ayah @semesta_kicau
jgn beri kesempatan kedua bagi pengkhianat amanah rakyat. hal itu agar menjadi perhatian buat politisi lain biar tak melakukan hal yg sama.
Ayah @semesta_kicau
musim pemilu, wajah aseli nampak semua. jika sebelum pemilu twit bicara agama, saat pemilu ganti muka jadi juru kampanye parpol.
Ayah @semesta_kicau
mirip kartun serigala yg pura-pura jd domba, agamawan menarik massa sebanyak mungkin lewat twit agama, lalu saat pemilu digiring ke partai.
Ayah @semesta_kicau
semogalah rakyat twitland lebih jeli dlm memfollow akun. jangan sampai berharap dpt ilmu agama, tak tahunya diterkam serigala berbulu domba.
Ayah @semesta_kicau
pada akhirnya bukan kampanye yang menjadi media komunikasi ideologi antara rakyat - partai, sebab kampanye hanya berisi dangdutan.
Ayah @semesta_kicau
sampai detik ini saya masih pada pendirian saya untuk golput. tidak memilih. toh memilih untuk tidak memilih tetaplah sebuah pilihan.
Ayah @semesta_kicau
kecuali ada satu partai yang sanggup meyakinkan saya akan visi mereka dalam membangun bangsa ini. tentu dengan diskusi tentang ideologi dsb.
Ayah @semesta_kicau
namun jika hingga waktu coblosan tiba, dan hal itu tak juga tiba, ya sudah, saat di tps saya coblos semua. adil.
Ayah @semesta_kicau
siapa bilang menjadi golput kehilangan hak utk protes? selama kewajiban kita pd negara terpenuhi, mau golput atau tidak, tetap boleh protes.
Ayah @semesta_kicau
selama ini partai merasa cukup dengan menyuguhkan amplop dan dangdutan saat kampanye. tak ada pencerdasan politik bagi rakyat.
Ayah @semesta_kicau
bagaimana jika rakyat sudah muak, lalu golput semua, apa yang terjadi?
Ayah @semesta_kicau
saya katakan; bagus. jika angka golput lebih tinggi dari siapapun pemenang pemilu, hal itu bisa menjadi pendelegitimasi mereka dlm memimpin.
Ayah @semesta_kicau
bahkan bukan tak mungkin itu bisa menjadi modal buat revolusi dan potong generasi.
Ayah @semesta_kicau
apalagi kalau model pendidikan politiknya monoton spt ini. sejak jaman soekarno hingga sby, kampanye begini-begini aja. ndak cerdas blas.
Ayah @semesta_kicau
andai angka golput melesat melebihi angka 50%, maka itu menjadi tamparan bagi politisi: 'berbenahlah. rubah tabiat politikmu'
Ayah @semesta_kicau
logika politiknya: siapa yang hendak dipimpin jika 50% lebih rakyat tak memilihnya? jelas tidak legitimate secara politik dan hukum.
Ayah @semesta_kicau
selanjutnya yang terjadi adalah turbulensi politik. apapun kebijakan yang diambil akan ditolak. dipaksakan? rusuh. revolusi.
Load Remaining (14)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.