"Melawan Penghianat Amanah Rakyat Dengan Golput(?)" by @RobethFuad

0
Ayah @semesta_kicau

siapapun yang berkhianat terhadap amanah rakyat, harus dilawan. artinya bukan hanya jokowi, tapi siapapun yang melanggar sumpah jabatan.

20/03/2014 08:10:39 WIB
Ayah @semesta_kicau

tak peduli itu tokoh Islam, jika dia sudah mendapat amanah rakyat, sudah sumpah jabatan lalu khianat, sikat. mereka tak ubahnya sampah.

20/03/2014 08:14:27 WIB
Ayah @semesta_kicau

hal ini penting untuk dilakukan demi memberi satu pesan penting pada para politisi: 'jangan main-main dengan rakyat!'

20/03/2014 08:16:17 WIB
Ayah @semesta_kicau

sudah cukup kiranya rakyat hanya menjadi komoditas politik belaka. rakyat harus punya nilai tawar dan dihormati oleh politisi.

20/03/2014 08:22:27 WIB
Ayah @semesta_kicau

dimulai dengan rakyat yang cerdas. tidak memberi ampun pada partai yang mengecewakan dan mengkhianati kepercayaan yang sudah diberikan.

20/03/2014 08:24:09 WIB
Ayah @semesta_kicau

sekali mengkhianati dan dimaafkan, selamanya rakyat akan seperti itu diperlakukan. mereka berpikir: 'khianati aja, toh akhirnya dimaafkan'

20/03/2014 08:26:17 WIB
Ayah @semesta_kicau

menjelang pemilu (legislatif dan presiden) cermati dengan benar partai dan politisi. kalau ada kutu loncat, jangan ampuni. siapapun itu.

20/03/2014 08:27:59 WIB
Ayah @semesta_kicau

jgn beri kesempatan kedua bagi pengkhianat amanah rakyat. hal itu agar menjadi perhatian buat politisi lain biar tak melakukan hal yg sama.

20/03/2014 08:30:26 WIB
Ayah @semesta_kicau

musim pemilu, wajah aseli nampak semua. jika sebelum pemilu twit bicara agama, saat pemilu ganti muka jadi juru kampanye parpol.

21/03/2014 08:43:25 WIB
Ayah @semesta_kicau

mirip kartun serigala yg pura-pura jd domba, agamawan menarik massa sebanyak mungkin lewat twit agama, lalu saat pemilu digiring ke partai.

21/03/2014 08:45:48 WIB
Ayah @semesta_kicau

semogalah rakyat twitland lebih jeli dlm memfollow akun. jangan sampai berharap dpt ilmu agama, tak tahunya diterkam serigala berbulu domba.

21/03/2014 08:51:23 WIB
Ayah @semesta_kicau

pada akhirnya bukan kampanye yang menjadi media komunikasi ideologi antara rakyat - partai, sebab kampanye hanya berisi dangdutan.

21/03/2014 09:33:11 WIB
Ayah @semesta_kicau

sampai detik ini saya masih pada pendirian saya untuk golput. tidak memilih. toh memilih untuk tidak memilih tetaplah sebuah pilihan.

21/03/2014 09:37:52 WIB
Ayah @semesta_kicau

kecuali ada satu partai yang sanggup meyakinkan saya akan visi mereka dalam membangun bangsa ini. tentu dengan diskusi tentang ideologi dsb.

21/03/2014 09:39:02 WIB
Ayah @semesta_kicau

namun jika hingga waktu coblosan tiba, dan hal itu tak juga tiba, ya sudah, saat di tps saya coblos semua. adil.

21/03/2014 09:40:20 WIB
Ayah @semesta_kicau

siapa bilang menjadi golput kehilangan hak utk protes? selama kewajiban kita pd negara terpenuhi, mau golput atau tidak, tetap boleh protes.

21/03/2014 09:43:25 WIB
Ayah @semesta_kicau

selama ini partai merasa cukup dengan menyuguhkan amplop dan dangdutan saat kampanye. tak ada pencerdasan politik bagi rakyat.

21/03/2014 09:51:33 WIB
Ayah @semesta_kicau

bagaimana jika rakyat sudah muak, lalu golput semua, apa yang terjadi?

21/03/2014 09:51:55 WIB
Ayah @semesta_kicau

saya katakan; bagus. jika angka golput lebih tinggi dari siapapun pemenang pemilu, hal itu bisa menjadi pendelegitimasi mereka dlm memimpin.

21/03/2014 09:52:53 WIB
Ayah @semesta_kicau

bahkan bukan tak mungkin itu bisa menjadi modal buat revolusi dan potong generasi.

21/03/2014 09:53:49 WIB
Ayah @semesta_kicau

apalagi kalau model pendidikan politiknya monoton spt ini. sejak jaman soekarno hingga sby, kampanye begini-begini aja. ndak cerdas blas.

21/03/2014 09:56:08 WIB
Ayah @semesta_kicau

andai angka golput melesat melebihi angka 50%, maka itu menjadi tamparan bagi politisi: 'berbenahlah. rubah tabiat politikmu'

21/03/2014 09:58:06 WIB
Ayah @semesta_kicau

logika politiknya: siapa yang hendak dipimpin jika 50% lebih rakyat tak memilihnya? jelas tidak legitimate secara politik dan hukum.

21/03/2014 10:00:04 WIB
Ayah @semesta_kicau

selanjutnya yang terjadi adalah turbulensi politik. apapun kebijakan yang diambil akan ditolak. dipaksakan? rusuh. revolusi.

21/03/2014 10:01:30 WIB
Load Remaining (14)

Comment

No comments yet. Write yours!