1
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Tweeps, sebentar lagi, kita lanjutkan pembahasan #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Dalam kesempatan sebelumnya, kita telah membahas 4 sebab kemajemukan #khawatir manusia.
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
#khawatir yg melintas dlm benak seseorang tergantung pd ada atau tidaknya empat sebab tersebut.
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
4 sebab tsbt: (1) ingatan pd hal2 yg bersifat ukhrawi, (2) ilmu tentang hakikat diri, (3) cinta dunia, dan (4) mengikuti hawa nafsu
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Mereka yang mampu memahami perbedaan #khawatir yg melintas dan mampu menilainya adalah mereka yg paling memahami diri (ma’rifa al-nafs)
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Memahami diri bukan hal yg mudah. Sebuah proses panjang dan pelik mengarungi samudera insani. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Bagi para Sufi, seorang manusia tak akan mungkin mengenal dirinya sebelum ia memupuk ketaqwaan dan tak lg bergantung pd mahluk. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Oleh karena itu, Sang Kekasih SAW menekankan hubungan antara mengenal diri dan mengenal Tuhan. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Mengena diri dan mengenal Tuhan sangat berkelindan. Seseorang tak dapat mengenal Tuhan dgn baik tanpa mengenal dirinya. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Kata Sang Kekasih Saw: man ‘arafa nafsah faqad ‘arafa rabbah. Siapa yg mengenal dirinya, akan mengenal Tuhannya. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Menurut al-Hafidh al-Sakhawi, hadith ini sahih (al-maqasid al-hasanah, hadith no. 1149). #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Sebagian ‘ulama, termasuk Abu al-Muzaffar al-Sam’ani, Imam Nawawi, dan Mulla Ali al-Qari, perkataan tersebut bukan hadith. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Walau demikian, mayoritas ulama Tasawwuf menerima kesahihan hadith tersebut. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
"Siapa yg mengenal dirinya, mengenal Tuhannya.”- Bagaimana mungkin seorang mampu mengenal malam, tanpa mengenal siang? #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Bagaimana mengenal derajat Ketuhanan, tanpa mengenal derajat penghambaan? Bagaimana mengenal penghambaan tanpa mengenal diri? #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Mengenali diri sendiri adalah mengenali hakikatnya sebagai hamba. Mengenali hakikat penghambaan adalah menganal hakikat Ketuhanan. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Maka para Sufi-pun mengejar ilmu2 yg akan menyampaikan mereka pd tahap pengenalan diri dalam proses menghayati penghambaan. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Mereka takut, jika mereka tak kenali diri, maka diri akan dapat memainkan muslihatnya sehingga akhirnya menggelincirkan. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Maka dalam upaya mengontrol diri, dalam upaya mendudukkan diri pd tempatnya yg benar, mereka mencoba mengenal diri terlebih dahulu #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Jangankan para Sufi, Sang Kekasih Saw yg dijaga oleh Tuhan saja memohon keselamatan dari kesilapan diri sendiri. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Salah satu doa Sang Kekasih SaW: لا تكلني إلى نفسي طرفة عين (al-Hakim, Mustadrak) #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Artinya, Tuhan jangans serahkan diriku pada egoku walaupun untuk sekejap mata. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Dan dalam doanya yg lain, Sang Kekasih memohon agar Tuhan menjaganya seperti orang tua menjaga anaknya yg baru lahir. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Doa Sang Kekasih Saw tsbt menunjukkan pentingnya memahami diri dalam upaya menjaga diri dari diri. #khawatir
Ismail Fajrie Alatas @ifalatas
Ciptaan teragung-pun masih meminta pertolongan Tuhan atas diri. Padahal beliau la yantiq ‘an al-hawa, tdk berpikir dgn hawa nafsu. #khawatir
Load Remaining (27)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.