0
Tweet Militer @tweetmiliter
Angkatan Laut berguna menegakkan kedaulatan di laut, well, laut siapa? kalau masih laut kita itu ud ketinggalan 300 taun broh
Tweet Militer @tweetmiliter
di jaman napoleon masih berjalan kaki dgn le grande armee, royal navy udah mampu bertempur di mesir
Tweet Militer @tweetmiliter
so kalau mikir laut kita cuman x mil dari garis pantai, well said, anda ketinggalan ratusan taun
Tweet Militer @tweetmiliter
angkatan laut berguna menegakkan kedaulatan di laut, dimana keinginan politis kita hendak dijalankan, anywhere on the globe
Tweet Militer @tweetmiliter
Waktu dua orang tukang benerin sepeda menerbangkan pesawat untuk pertama kalinya, langsung terpikir untuk menggunakannya utk tujuan militer
Tweet Militer @tweetmiliter
dan pada WW1 Doktrin Air Power mulai berkembang, dimulai dengan inggris yang membentuk angkatan udara independen sendiri, Royal Air Force
Tweet Militer @tweetmiliter
bersamaan dengan Italia, dimana Giulio Douhet merumuskan dasar-dasar Doktrin Air Power untuk kepentingan ofensif, menyerang langsung
Tweet Militer @tweetmiliter
di Amerika ada George Mitchell yang merumuskan Doktrin Air Power untuk Angkatan Laut, setelah liat demonstrasi pemboman kapal2 ex-jerman
Tweet Militer @tweetmiliter
eh maaf ketuker, bukan George tapi William Mitchell. William Mitchell sempat bertemu dengan Giulio Douhuet membahas proyeksi air power
Tweet Militer @tweetmiliter
Douhuet dan Mitchell selain mendiskusikan tentang Air Power, Mitchell juga menterjemahkan bukunya douhuet, The Command of the Air
Tweet Militer @tweetmiliter
Mitchell mendapat kesimpulan dalam laporannya, bahwa suatu saat Pearl Harbor akan dibom jepang apabila US tidak mengembangkan Air powernya
Tweet Militer @tweetmiliter
yang didapat Mitchell adalah cacian dan cibiran dari sesama koleganya di US Army. idenya untuk membentuk AU independen ditolak mentah2
Tweet Militer @tweetmiliter
apalagi idenya untuk membentuk air power untuk Navy. US Navy sendiri waktu itu masih terpaku pada doktrin Battleship Seteronk dunia akhirat
Tweet Militer @tweetmiliter
Pikiran mayoritas dari petinggi US Armed Forces pada saat itu masih kolot, menyatakan pesawat tidak akan menimbulkan dampak dalam peperangan
Tweet Militer @tweetmiliter
itulah sebelum US Air Force berdiri, nama satuan udara di US Armed Forces aslinya itu US Army Air Force, sebelumnya lagi US Signal Corps.
Tweet Militer @tweetmiliter
William Mitchell wafat pada tahun 1936, dimana 5 tahun kemudian Jepang membom Pearl Harbor, persis seperti prediksi William Mitchell
Tweet Militer @tweetmiliter
dan jepang sendiri membom pearl harbor menggunakan pesawat berbasis kapal induk, jepang telah lebih dulu menerapkan Air Power untuk Navy nya
Tweet Militer @tweetmiliter
gimana bisa? di Jepang ada Admiral Yamamoto dan Minoru Genda, keduanya jenius dalam menyusun strategi dan proyeksi air power kedepannya
Tweet Militer @tweetmiliter
di tahun itu Jepang udah menggunakan Carrier untuk keperluan Ofensif, sedangkan US menggunakan Carrier murni untuk Fleet air defense
Tweet Militer @tweetmiliter
akibatnya, Amerika harus membayar keteledoran mereka dengan harga yang sangat mahal, Pearl Harbor jadi sasaran pemboman jepang
Tweet Militer @tweetmiliter
ditambah lagi, Battleship Royal Navy HMS Prince of Wales dan HMS Repulse ditenggelamkan oleh jepang, hanya menggunakan pesawat doang :))
Tweet Militer @tweetmiliter
dan doktrin battleship seteronxxx dunia akhirat surga negara berakhir di dasar laut dan perairan dangkal di Pearl Harbor
Tweet Militer @tweetmiliter
dan Amerika cuma bisa menyesali keteledoran mereka dan perlakuan buruk mereka kepada Mitchell, jadilah pesawat pembom B-25 dinamai namanya
Tweet Militer @tweetmiliter
setelah perang, sampai sekarang ini baru Us Navy yang benar-benar sukses menkombinasikan Air Power dan Naval Power untuk Sea Presence
Load Remaining (15)
Login and hide ads.
Login and hide ads.