Alex Dan Ibu Ber-high heels in Iceland

Chirpified
0
Alexander Thian @aMrazing
Cerita ini berawal ketika gue berniat mencari Museum Penis di Reykjavik. Yep, di sana ada Museum Penis. Satu-satunya di dunia.
Alexander Thian @aMrazing
And this Phallalogical Museum is not what you think it is. Nothing ‘dirty’. If you’re looking for porn, then it’s the wrong place xD
Alexander Thian @aMrazing
Ini petunjuk ke Icelandic Penis Museum. Katanya, jalan kaki 1,2 (atau 1,6, gue lupa) km aja akan nyampe. http://t.co/zzF5EjpVak
 Expand pic
Alexander Thian @aMrazing
Dan petunjuknya jelas banget: ikuti saja jalan lurus di pusat kota, maka pasti akan sampai. So I thought, okay, this is easy.
Alexander Thian @aMrazing
Yang tadinya, “pfft, this is so easy”, berubah jadi, “pffft, easy ndasmu!” Gue jalan sampe kaki pegel gak nyampe-nyampe ke museum tititnya.
Alexander Thian @aMrazing
Padahal gue beneran jalan lurus aja. Tapi itu museum gak keliatan sama sekali. Lama-lama gue sebel, dong.
Alexander Thian @aMrazing
Sampai akhirnya, gue tiba di ujung jalan, dan ada pertigaan di situ. Lah, kok gak ketemu juga? Apa gue gak berjodoh liat koleksi titit? ._.
Alexander Thian @aMrazing
Akhirnya, gue belok kiri. Gak jadi nyari si museum titit. Gue pengin toyor kepala sendiri, soale jalan lurus aja bisa nyasar begitu :/
Alexander Thian @aMrazing
Rupanya di sebelah kiri berderet toko-toko. Kalo mau dibandingkan dengan Indonesia, Reykjavik itu kayak Bandung dengan bonus laut.
Alexander Thian @aMrazing
Bangunannya jarang yang tinggi. Gedung pencakar langit juga cuma satu dua ajah. Cuma, Reykjavik sangat rapih dan tenang.
Alexander Thian @aMrazing
Lagi seneng-senengnya menyusuri jalan yang di sebelah kanan penuh pertokoan dan di sebelah kiri kayak perumahan, ada persimpangan lagi.
Alexander Thian @aMrazing
Lagi-lagi, gue memilih jalan sebelah kiri, karena keliatan ada danaunya. I thought it would be nice to walk around the lake.
Alexander Thian @aMrazing
And yes. It was nice indeed. But the road was slippery and icy. Gue harus melangkah hati-hati.
Alexander Thian @aMrazing
Kemudian, sinar matahari menerobos dan menimpa rumput (?) yang berwarna merah kecoklatan. It was magical. http://t.co/KHXK86vGKh
 Expand pic
Alexander Thian @aMrazing
Melihat pemandangan keren itu, gue jadi lupa bahwa gue sedang berjalan di antara jalan berlapis es. Gue lari dong, ya.. dan … nyusruk. :‘|
Alexander Thian @aMrazing
Gue nyusruk dengan kaki kanan dan kaki kiri gak sinkron, akibatnya jadi kayak orang goblok dan pantat gue kenalan sama aspal dan es :(
Alexander Thian @aMrazing
Seorang ibu-ibu yang lagi lewat kaget liat gue nyusruk dan meringis kesakitan. Dia menghampiri gue dengan langkah cepat sekali.
Alexander Thian @aMrazing
And you know what? Si ibu ini berjalan cepat menghampiri gue dengan memakai boots berhak tinggi. KOK GAK JATOH SIH?!! Щ(ºДºщ)
Alexander Thian @aMrazing
“Are you okay?!” Gue menatapnya dengan pandangan takjub. “You walked so fast with that heels. How did you do it without falling?!”
Alexander Thian @aMrazing
Si Ibu bengong, “You … you want me to join you? You want me to fall?” Heh? Lah. Kagak, Buuuu! Aduh. Salah ngomong gue :/
Alexander Thian @aMrazing
Dengan susah payah dan dengan bahasa Inggris yang udah belepotan gak peduli grammar, gue menjelaskan bahwa gue takjub.
Alexander Thian @aMrazing
Setelah mendengar penjelasan gue (btw, posisi gue masih duduk di aspal es), si Ibu ini tertawa kecil. “You’re weird.” Oh yes i am :|
Alexander Thian @aMrazing
“Are you gonna sit there for the rest of the day? Your… uhm … ass, will be frozen soon.” Oh iye akik masih duduk di es. Si bloon.
Alexander Thian @aMrazing
Akhirnya gue berdiri dengan susah payah. Si ibu masih tertawa kecil. Hadoh. Malu-maluin. Gue: “You haven’t answered my question.”
Alexander Thian @aMrazing
“I will not answer you. I, will show you.” Seketika gue curiga. “Show me how?” “Come.” Dia berjalan cepat di aspal es, ninggalin gue.
Load Remaining (40)
Login and hide ads.