0
Rizky Adriansyah @DrRizkyAdrians
Ibu AY, yang baru saja melahirkan di salah satu rumah sakit pemerintah, harus kehilangan bayi pertamanya karena menderita atresia pulmonal
Rizky Adriansyah @DrRizkyAdrians
Atresia pulmonal adalah salah satu jenis penyakit jantung bawaan, dimana tidak terbentuknya pembuluh darah dari jantung ke paru-paru
Rizky Adriansyah @DrRizkyAdrians
Ibu AY tak bisa berharap apa-apa. Obat prostaglandin yg sangat membantu menyelamatkan bayinya di awal2 kehidupan ternyata tak ditanggung JKN
Rizky Adriansyah @DrRizkyAdrians
Obat ini memang relatif mahal, namun sgt bermanfaat sebelum bayi tersebut hrs dilakukan tindakan operasi. Dokter jg tak bisa berbuat optimal
Rizky Adriansyah @DrRizkyAdrians
Alhasil, bayi tersebut meninggal setelah dirawat selama seminggu di rumah sakit
Rizky Adriansyah @DrRizkyAdrians
SH, didiagnosis kanker tulang pd tungkai kanannya. Dokter ortopedi menyarankan memasang megaprostese utk menyelamatkan tungkai kanannya tsb
Rizky Adriansyah @DrRizkyAdrians
Namun sayang, megaprostese tsb tidak ditanggung oleh JKN. Lalu dokter memutuskan untuk melakukan amputasi demi menyelamatkan nyawa pasien
Rizky Adriansyah @DrRizkyAdrians
Keputusan ini harus diterima Tuan SH dengan sangat menyesal karena dia juga harus kehilangan pekerjaan sebagai supir
Rizky Adriansyah @DrRizkyAdrians
Masalah lainnya, anak JW, dirawat di rumah sakit swasta dengan gizi buruk dan diare berkepanjangan
Rizky Adriansyah @DrRizkyAdrians
Dokter berusaha agar anak tersebut tetap dirawat di RS. Namun dengan sangat terpaksa, rumah sakit harus memulangkan pasien karena overbudget
Rizky Adriansyah @DrRizkyAdrians
Ibu AY, tuan SH, dan anak JW merupakan sebagian kecil ‘korban’ kebijakan #JKN di Indonesia
Rizky Adriansyah @DrRizkyAdrians
Pemerintah melalui ‘tangan-tangannya’, Kementerian Kesehatan dan BPJS, terus ‘menghibur’ dengan kalimat-kalimat: “ini masih tahap awal”.....
Rizky Adriansyah @DrRizkyAdrians
..........“kita sedang mengalami perubahan”, “ada 9000 lebih keluhan setiap hari yang kami terima”, serta berbagai bahasa pencitraan lainnya
Rizky Adriansyah @DrRizkyAdrians
Beberapa wakil rakyatpun menekan pemerintah agar citranya hanya sekedar terlihat baik di mata masyarakat
Rizky Adriansyah @DrRizkyAdrians
Namun kenyataannya, hak-hak rakyat atas kesehatan terzalimi dan pelayanan kesehatan diskriminatif masih terus terjadi
Rizky Adriansyah @DrRizkyAdrians
Masalah2 tsb terakumulasi secara progresif sehingga berdampak pada terdegradasinya nilai2 sosial kemanusiaan dlm sistem pelayanan kesehatan
Rizky Adriansyah @DrRizkyAdrians
Di rumah sakit pusat rujukan, pasien harus dirawat di lorong-lorong UGD karena bangsal rawat inap penuh
Rizky Adriansyah @DrRizkyAdrians
Pasien-pasien rawat jalan pun harus antri sejak jam 4 pagi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di siang harinya
Rizky Adriansyah @DrRizkyAdrians
Hal ini disebabkan sistem rujukan yang semakin semrawut paska diberlakukannyanya JKN per 1 Januari 2014
Rizky Adriansyah @DrRizkyAdrians
Sedangkan di pelosok negeri, banyak pasien harus ditangani perawat/bidan karena tidak ada dokter yang bertugas di sana
Rizky Adriansyah @DrRizkyAdrians
Obat-obatan terbatas hanya untuk mengatasi seputar gejala-gejala puskesmas (PUSing, KEseleo, Sembelit, dan MASuk angin)
Rizky Adriansyah @DrRizkyAdrians
Fasilitas kesehatan masih jauh di bawah standar kelayakan
Rizky Adriansyah @DrRizkyAdrians
Walaupun masyarakat miskin di pedesaan termasuk kategori PBI, namun manfaat yang diterimanya berbeda dengan masyarakat miskin di perkotaan
Rizky Adriansyah @DrRizkyAdrians
Di dunia lain di negara Indonesia, rumah sakit berbasis bisnis terus menjamur
Load Remaining (31)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.