2
agama.jinasi @Agamajinasi
Ngomong2 soal ngurusin yg gak penting: "@tempodotco: Tifatul: 50 Persen Pelajar Pernah Akses Pornografi http://t.co/gGmu3hdNL6"
agama.jinasi @Agamajinasi
Ada 2 flaws di situ: 1. Menkominfo ngurusin pornografi. 2. Caranya dengan blokir situs2 porno.
agama.jinasi @Agamajinasi
Miris sih ngeliatnya. Jabatan publik setingkat menteri bisa ngelakuin gagal logika yang begitu mendasar.
agama.jinasi @Agamajinasi
Bangga udah ngeblokir 1 juta situs porno, tapi jumlah situs porno yang ada di internet ada 5 milyar. Persentase keberhasilannya berapa?
agama.jinasi @Agamajinasi
Kemenkominfo memblokir situs porno itu seperti ortu yang mau menyaring debu2 supaya tidak terhirup oleh anaknya. Overprotective dan tolol.
agama.jinasi @Agamajinasi
Tapi overprotective dan tolol ini sebenarnya bukan bicara oknum. Tapi memang pattern yang ada di agama2.
agama.jinasi @Agamajinasi
Begitulah kalo mau ngurusin soal teknologi dan informatika mengandalkan ilmu agama. Akhirnya malah jadi bahan tertawaan.
agama.jinasi @Agamajinasi
Belum lagi kalo ngomongin korelasi antara pornografi dan kejahatan seksual. Banyak studi menyimpulkan korelasinya berbanding terbalik.
agama.jinasi @Agamajinasi
Nafsu seks itu seperti nafsu makan. Ada siklus biologisnya yang memang nyata. Gak bisa ditekan dan dilarang.
agama.jinasi @Agamajinasi
Tapi bukankah itu yang dilakukan agama2? Menekan nafsu2 biologis manusia karena dianggap sebagai sesuatu yang jahat.
agama.jinasi @Agamajinasi
Apalagi jika secara munafik biar kelihatan soleha, nafsu seks diarahkan ke pernikahn. Biar tidak berzinah, kata kitab suci.
agama.jinasi @Agamajinasi
Mengkaitkan nafsu seks dan pernikahan itu sama seperti bilang "kamu lapar dan mau makan? Bangun dulu gedung restorannya."
agama.jinasi @Agamajinasi
Ongkos pernikahan itu besar, bahkan bisa untuk buka bisnis warteg atau resto. Sebesar itukah ongkos untuk memenuhi nafsu alamiah seks kita?
agama.jinasi @Agamajinasi
Tapi agama memang tidak mau mengerti kenyataan sederhana ini. Yang gemar dilakukan adalah represi, pengebirian, dan kontrol.
agama.jinasi @Agamajinasi
Alih2 menginformasikan pendidikan seks yang benar dan tepat ke masyarakat, yang dilakukan malah pelarangan.
agama.jinasi @Agamajinasi
Ketika nafsu alamiah direpresi, yang terjadi nanti akhirnya cuma ledakan. Bagaikan orang dipaksa puasa dan ketika buka malah jadi kalap.
agama.jinasi @Agamajinasi
Onani haram. Petting haram. Pake kondom haram. Pergi ke tempat pelacuran haram. Tapi menikah, apalagi sampe 4 istri, tidak haram.
agama.jinasi @Agamajinasi
Represi sistemik dari agama2 inilah yang membuat progress peradaban suatu bangsa lambat sekali jalannya.
agama.jinasi @Agamajinasi
Represi sistemik yang mengambil panduan dari peradaban 1-2 ribu tahun lalu hanya menjadikan masyarakat kita munafik; alim tapi beringas.
agama.jinasi @Agamajinasi
Tentu ini gak terlepas dari doktrin2 pro kreasionis lintas agama2 timur tengah; menganggap kelamin sebagai berkah tuhan utk bikin anak.
agama.jinasi @Agamajinasi
Jadi kalo kelamin dipake bukan untuk bikin anak, berarti menyalahi kodrat. Tanpa peduli bahwa ada dorongan biologis yang gak bisa dibendung.
agama.jinasi @Agamajinasi
Makanya saya perih kalo ada denger orang bilang "gpp anak saya banyak, tuhan pasti mencukupkan."
agama.jinasi @Agamajinasi
Karena logika amburadul seperti itu, banyak anak2 bungsu di masyarakat kita yang gagal untuk masuk SMA apalagi kuliah.
agama.jinasi @Agamajinasi
Gimana gak gagal, harta ortunya udah abis untuk memenuhi semua kebutuhan anak pertama sampe ke sepuluh. Akhirnya si bungsu yang jadi korban.
agama.jinasi @Agamajinasi
Asumsi "..tuhan pasti mencukupkan" itu sekedar menghibur diri. Karena selain tidak bisa berhitung, doktrin2 agama itu udah sebegitu kuatnya.
Load Remaining (19)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.