0
a.mustofa wajdi @wajdiv
Sembahyang benar adalah sembah yang benar-benar benar.
a.mustofa wajdi @wajdiv
Saat sembahyang wajah lahir yang ada di kepala menghadap altar atau semisalnya. Wajah batin yang ada di hati menghadap Tuhan saja.
a.mustofa wajdi @wajdiv
Menghadapkannya, bukan berpaling. Fokus wajah lahir ke satu titik, fokus wajah batin ke satu Tuhan. Tidak lain, tidak bukan.
a.mustofa wajdi @wajdiv
Jika batin seseorang khusyuk, lahiriahnya tentu khusyuk. Jika lahiriahnya khusyuk, batinnya belum tentu khusyuk.
a.mustofa wajdi @wajdiv
Sembahyang yang benar-benar benar amat berat kecuali bagi mereka yang khusyuk. Maka hadapkan wajah hatimu cuma kepadaNya.
a.mustofa wajdi @wajdiv
Sembahyang yang benar-benar benar bukan cuma kesalehan individual, tapi juga kesalehan sosial yang manfaatnya menyebar ke banyak orang.
a.mustofa wajdi @wajdiv
Kesalehan sosial dari menghadapkan wajah hati, hasrat, ingin di seluruh laku hidup cuma kepadaNya. Bukan pamrih kepada lainNya.
a.mustofa wajdi @wajdiv
Betapa banyak yang sembahyang, yang solat, tapi ritual kesalehan personal itu tak bisa mencegahnya berbuat curang dan kejam pada sesama.
a.mustofa wajdi @wajdiv
Sebab di luar sembahyang, di luar solat, ia hadapkan hati, hasrat, inginnya kepada kepuasaan diri, nafsu dan kesombongan. Buka kepadaNya.
a.mustofa wajdi @wajdiv
Menghadaplah. Berdiri tegak. Dengan ketundukan. Kepada Tuhan. Di dalam dan di luar sembahyang. Dia dalam dan luar solatmu.
a.mustofa wajdi @wajdiv
Kecenderungan kepada kebaikan, hanif, berserah, muslim. Tidak menyekutukanNya.
a.mustofa wajdi @wajdiv
Solat yang benar-benar benar menuntun untuk cenderung kepada kebaikan. Jika kenyataanya tidak, itu solat ritual hafalan membosankan.
a.mustofa wajdi @wajdiv
Jika dalam solat berikrar hanif, tapi malah cenderung jahat kepada sesama manusia, itu solat abal-abal namanya.
a.mustofa wajdi @wajdiv
Muslim orang yang memberi salam keselamatan. Muslim seseorang yang orang lain selamat dari lisan dan tangannya.
a.mustofa wajdi @wajdiv
Jika dalam solat berikrar hanif dan muslim, tapi di luar solat menebar kebencian, kerugian dan menyakiti orang lain, ikrar itu palsu.
a.mustofa wajdi @wajdiv
Jika dalam sembahyang, dalam solat, berikrar hidup dan mati cuma untuk Tuhan, tapi di luar sembahyang hidup untuk uang? Mati lebih baik.
a.mustofa wajdi @wajdiv
Untuk tujuan di luar solat, di luar sembahyang, ikrar itu dibuat sedemikian. Agar solat punya dampak bagi kebaikan banyak orang.
a.mustofa wajdi @wajdiv
Ij'alu dakhila solatikum kharijaha, kata Nabi. Jadikan isi solatmu: ikrar, hingga ucapan salam/kedamaian, jadi perilaku di luar solatmu.
a.mustofa wajdi @wajdiv
Ucapan Allah Maha besar meniadakan besaran-besaran lain. Semua kecil di hadapanNya. Sebesar apapun anggapan kita terhadapnya.
a.mustofa wajdi @wajdiv
Lisan berucap Allahu Akbar, tapi dalam hati masih ada hal selain Allah yang menyita perhatian, itu sebuah kebohongan besar.
a.mustofa wajdi @wajdiv
Lisan berucap Allahu Akbar, tapi dalam hati masih ada keakuan yang merasa paling benar, itu juga satu bentuk kebohongan besar.
a.mustofa wajdi @wajdiv
Tuhan Maha besar. Maka di luar sembahyang, di luar solat, semua manusia itu sama. Hamba-hamba yang berlomba untuk menjadi paling berguna.
a.mustofa wajdi @wajdiv
Sembahyang, solat, harusnya mencegah perbuatan kejam dan buruk. Tapi kepalsuan lisan dan kealpaan hati memandulkan fungsi solat hakiki.
a.mustofa wajdi @wajdiv
Terus sembahyang, terus solat. Tapi menyakiti orang lain jadi hobi. Tapi fasih berdalil tak bisa mencegah diri sendiri dari korupsi.
a.mustofa wajdi @wajdiv
Sollu kama ra-aitumuni usolli. Solatlah sebagaimana aku solat, kata Nabi. Nabi solat dan di luar solat jadi pribadi yang paling solat.
Load Remaining (25)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.