0
Jaringan Indonesia @Jaringan_Ind
1. selamat sore tuips. berikut kami kultwitkan Petisi @Jaringan_Ind dlm acara silaturahmi & Rembug Nasional 08-09 Feb 2014
Jaringan Indonesia @Jaringan_Ind
2. Para pendiri Republik menuangkan cita2 kebangsaan dlm rumusan Konstitusi, pesan yg disampaikan sangatlah jelas
Jaringan Indonesia @Jaringan_Ind
3. yaitu terwujudnya masy yg cerdas, makmur & sejahtera dlm tatanan sosial-ekonomi yg adil. Untuk mencapai cita2 itu, yg hrs dibangun adlh
Jaringan Indonesia @Jaringan_Ind
4. tatanan politik yang egaliter, yaitu tatanan kenegaraan yang tidak mengarah pada Negara Kekuasaan maupun Negara Liberal.
Jaringan Indonesia @Jaringan_Ind
5. Dgn kata lain, tatanan yang dimaksud adalah Indonesia sbg Negara Hukum di mana Pejabat Publiknya bukan sbg Penguasa,
Jaringan Indonesia @Jaringan_Ind
6. juga bukan sebagai “Penjaga Malam”, melainkan sebagai Pengurus, yaitu Pengurus suatu organisasi besar yang bernama Indonesia.
Jaringan Indonesia @Jaringan_Ind
7. Presiden, Gubernur, Bupati/Walikota itu bukanlah Penguasa sebagaimana yang ada di Negara-negara Feodal, Fasis dan Komunis.
Jaringan Indonesia @Jaringan_Ind
8. Juga bukan sebagai “Penjaga Malam” yang menempatkan kebijakan Negara tergantung pada mekanisme pasar.
Jaringan Indonesia @Jaringan_Ind
9. Sbg Pengurus, pejabat publik tsb hrs aktif & pro-aktif mengurus rakyat yg diatur/dibatasi oleh Konstitusi & peraturan yg berlaku.
Jaringan Indonesia @Jaringan_Ind
10. Perkembangan politik kenegaraan sejak Proklamasi 17 Agustus 1945 s/d masa akhir Orde Baru berdialektika sesuai dgn perkembangan zamannya
Jaringan Indonesia @Jaringan_Ind
11. Selama 10 tahun terakhir ini, perjalanan kebangsaannya seakan berjalan tanpa pemimpin. Pemimpin nasional tidak mampu menjadi negarawan
Jaringan Indonesia @Jaringan_Ind
12. yang mengabdikan dirinya untuk sepenuhnya bagi kepentingan rakyat. Pemimpin nasional mengalami split personality,
Jaringan Indonesia @Jaringan_Ind
13. yang tidak mamupu membedakan dirinya sebagai pemimpin untuk rakyat dan pemimpin untuk partai politik tertentu.
Jaringan Indonesia @Jaringan_Ind
14. Posisi politik Presiden tidak tergambarkan sebagai Pengurus, melainkan silih berganti antara sbg Penguasa dan sbg “Penjaga Malam”.
Jaringan Indonesia @Jaringan_Ind
15. Ketika suatu masalah yg terjadi terkait dgn dirinya, keluarganya & partai/kelompoknya, Presiden bertindak laksana Raja di era Feodal
Jaringan Indonesia @Jaringan_Ind
16. Namun, ketika suatu masalah terkait langsung dengan hajat hidup rakyat Indonesia, Presiden menjadi “Penjaga Malam”.
Jaringan Indonesia @Jaringan_Ind
17. Alih-alih berpihak dan memproteksi, Presiden justru menyerahkan kehidupan rakyat Indonesia kepada mekanisme pasar.
Jaringan Indonesia @Jaringan_Ind
18.Jaringan Indonesia (JARI), sebuah komunitas aktivis mahasiswa era 1998, menilai bhw apa yg dilakukan oleh Presiden tsb scr substantif dpt
Jaringan Indonesia @Jaringan_Ind
19. dikategorikan sbg penyimpangan/pelanggaran thd Konstitusi Negara. Indikasi itu dpt dibaca scr jelas & gamblang
Jaringan Indonesia @Jaringan_Ind
20. Dalam perspektif ekonomi, tindakan/kebijakan Presiden yg menyerahkan kehidupan perekonomian rakyat kpd mekanisme pasar bebas
Jaringan Indonesia @Jaringan_Ind
21. adalah sama dengan melepas tanggungjawabnya sebagai Pejabat publik yang digariskan oleh Konstitusi.
Jaringan Indonesia @Jaringan_Ind
22. Dalam perspektif politik, di mana Presiden memposisikan diri silih berganti antara sebagai Penguasa dan sebagai “Penjaga Malam”,
Jaringan Indonesia @Jaringan_Ind
23. adalah tindakan yg tidak dpt dibenarkan oleh Konstitusi. Dalam ranah hukum, yang tidak terpisahkan dengan dinamika ekonomi dan politik,
Jaringan Indonesia @Jaringan_Ind
24. bhw Presiden telah menempatkan hukum sbg perangkat untuk menopang posisi politiknya dlm rangka menjaga berlangsungnya mekanisme pasar.
Jaringan Indonesia @Jaringan_Ind
25. Sebagaimana yang terjadi, mekanisme pasar yang dimaksud adalah mengintegrasikan kehidupan ekonomi rakyat dalam kapitalisme global,
Load Remaining (10)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.