2
Iman Brotoseno @imanbr
Nggak juga. Keseret RRC yg pro PKI RT @MissRevolusi: Mas @imanbr salah apa orang Tionghoa dulu sampai di tindas orde baru. Karena PKI ?
Iman Brotoseno @imanbr
@MissRevolusi Setelah PKI dibubarkan dan Sukarno dipreteli. Ternyata inflasi & ekonomi tdk segera teratasi. Gol Tionghoa jd kambing hitam
Iman Brotoseno @imanbr
Karena inflasi dsb. Maka satu satunya cara melimpahkan kesalahan kepada orang2Tionghoa yang dituduh menjadi pangacau dan parasit ekonomi.
Iman Brotoseno @imanbr
Pemilihan etnis Tionghoa sebagai kambing hitam, karena mereka golongan lemah dan tanpa perlindungan politis. Soeharto sdh mengkalkulasi ini
Iman Brotoseno @imanbr
Dalam kalkulasinya, kekuatan pemuda, mahasiswa jadi kekuatan ampuh utk menyelesaikan tahap akhir rencana. Merebut kekuasaan dari Sukarno
Iman Brotoseno @imanbr
Scara serentak media massa Indonesia yang lolos screening Angkatan Darat. Terbit kembali melakukan propaganda anti Tionghoa & anti RRT
Iman Brotoseno @imanbr
Akibatnya penjarahan, kerusuhan rasial di seluruh nengeri paska G 30 S. Menurut Fast Eastern Economic, ada ribuan orang Tionghoa terbunuh
Iman Brotoseno @imanbr
Penjarahan,pembakaran rumah, toko, sekolah milik etnis Tionghoa, kelak bikin etnis ini menghindari wilayah politik & hanya menggeluti bisnis
Iman Brotoseno @imanbr
Aksi massa pertama di Makasar 10 Nov1965, konsulat RRT diserbu massa, yang menjalar menjarah, membakar rumah milik etnis Tionghoa yg WNI.
Iman Brotoseno @imanbr
Ada 2000 rumah hancur & 1000 keluarga bangkrut. Di Medan 10 Des 65. Setelah menyerbu Konsulat RRT,masa dipimpin PP mengamuk ke seluruh kota
Iman Brotoseno @imanbr
Di jalan2, orang Tionghoa diseret turun dari mobil,becak, motor & dibunuh. Diperkirakan 2000 orang tewas. Dan laporan barat, 200 orang tewas
Iman Brotoseno @imanbr
Akhir Maret 1966, berbagai aksi yang dipelopori KAPPI mulai menduduki dan mengambilalih sekolah sekolah Tionghoa. Mula mual di Jabar
Iman Brotoseno @imanbr
Lalu aksi merembet ke Jakarta, Makasar dan Palembang. Tgl 19 Mei, Soeharto melarang sekolah asing ( Tionghoa ) yang disusul SK Menteri P&K
Iman Brotoseno @imanbr
Ada 629 sekolah Tionghoa ditutup dg 272.782 murid & 6478 guru. Murid2 boleh masuk sekolah negeri asal tdk melebihi 5% dari seluruh murid
Iman Brotoseno @imanbr
Ini menyebabkan gelombang eksodus pelajar dan mahasiswa Tionghoa ke RRT. Puluhan ribu orang berangkat ke tanah Cina dengan yg harapan besar
Iman Brotoseno @imanbr
Tapi mereka tiba pd saat yg salah. Revolusi Kebudayaan !. Seluruh sekolah, Universitas ditutup. Murid murid Tionghoa dari Indonesia terjebak
Iman Brotoseno @imanbr
Saat itu di RRT seluruh sekolah, perguruan tinggi ditutup yang mana murid, dosen, guru semua digiring ke desa untuk menjadi petani.
Iman Brotoseno @imanbr
Marga T menulis kisah ini di novel “Gema Sebuah Hati “ kisah pergolakan diUniversitas Res Republica ( sebelumnya nama Universitas Baperki )
Iman Brotoseno @imanbr
Saat itu Univ Res Republica dikuasai golongan kiri. Setelah kampus diserbu dan dibajkar, kelak Univ Res Republica menjadi Univ Trisakti
Iman Brotoseno @imanbr
Dalam novel itu, Monik juga harus kehilangan Martin yang pergi menuju RRT. Disana krn revolusi Kebudayaan, Martin dipaksa jadi pekerja kasar
Iman Brotoseno @imanbr
Monik kehilangan jiwa buat selamanya. Hatinya seakan bergema sepanjang masa. Dimanakah Martin? Dimanakah jiwanya kini berada..Ah ngelantur
Iman Brotoseno @imanbr
Prahara politik dipakai LPKB ( Lembaga Pembinaan Kesatuan Bangsa) yg pro-asimilasi menganjurkan penggantian nama2 Tionghoa secara serentak
Iman Brotoseno @imanbr
LPKB beranggotakan orang Tionghoa yg berseberangan dg Baperki (Badan Permusjawaratan Kewarganegaraan Indonesia) yang dianggap underbouw PKI
Iman Brotoseno @imanbr
Mereka mendapat angin menghantam Baperki. Pengurus Baperki diburu aparat. LPKB dirikan ‘ Dharma Bhakti ‘ yg didukung militer & Soeharto.
Iman Brotoseno @imanbr
15 April 1966, 50.000 ribu orang Tionghoa dimobilisasi berkumpul di Lapangan Banteng utk mendengarkan pidato Menteri Luar Negeri Adam Malik
Load Remaining (91)

Comment

Login and hide ads.
Login and hide ads.