3
Communication Corner @henrysubiakto
1. Founding Father Republik ini ciptakan psl 33 UUD 45 utk lindungi kekayaan negeri ini dari "Jarahan" asing & kerakusan kapitalis.
Communication Corner @henrysubiakto
2. Psl 33 UUD : Bumi air dan kekayaan alam yg terkandung di dlmnya dikuasai negara. Menjadi shield law yg sulitkan kapitalis kuasai.
Communication Corner @henrysubiakto
3. Di masa Sukarno, psl itu diwujudkan dg "Berdikari" berdiri di atas kaki sendiri, dg menolak bantuan asing. "Go to hell with your aids"
Communication Corner @henrysubiakto
4. Kekayaan Alam yg menggiurkan bikin asing ingin masuk, tp sll terpental dg semangat bangsa saat itu yg didasari UUD 45 td.
Communication Corner @henrysubiakto
5. Barat terutama AS, ingin dongkel Sukarno, selain alasan politik, juga keinginan eksploitasi kekayaan alam Indonesia yg berlimpah.
Communication Corner @henrysubiakto
6. Maka mrk diam2 mendukung Soeharto utk turunkan Sukarno, skenario westernisasipun ikut membonceng gerakan pembangunan saat itu.
Communication Corner @henrysubiakto
7. Sjk itu dilakukanlah skenario mreduksi isi UUD 45, slh satunya psl 33, istilah "dikuasai oleh negara", dipelencengkan scr sistematis.
Communication Corner @henrysubiakto
8.Awalnya istilah Kekayaan Alam "dikuasai oleh Negara" itu pengertiannya negara punya otoritas meregulasi, beri izin, dan operasionalkan.
Communication Corner @henrysubiakto
9. Di masa Soeharto, pengertian "dikuasai oleh negara", direduksi, negara hny meregulasi & keluarkan izin, operasionalnya dipisah.
Communication Corner @henrysubiakto
10. Lewat pemikiran ekonom didikan Barat, mk swasta & asingpun bisa masuk sbg operator tambang & sektor2 lain yg tercakup di psl 33 UUD.
Communication Corner @henrysubiakto
11. Perusahaan Negara jd BUMN tak beda dg swasta, hrs bersaing dg asing, sama2 cari profit, bkn lg perpanjangan tangan negara.
Communication Corner @henrysubiakto
12. Sbg regulator negara adlh otoritas yg keluarkan ijin, tp di masa reformasi ada reduksi lg atas pengertian "dikuasai oleh negara" ini.
Communication Corner @henrysubiakto
13. Awalnya Negara sbg regulator itu hanya pemerintah & DPR. Reformasi munculkan "lembaga independen" wakili publik, yaitu komisi2 negara.
Communication Corner @henrysubiakto
14. Komisi negara dianggap sbg wakil publik, sebuah konsep baru yg lahir dr tradisi Barat yg berdasar falsafah indiviualisme.
Communication Corner @henrysubiakto
15. Munculah Lembaga publik baru sbg regulator berdasar UU yg kelahirannya di masa reformasi bnyk disupervisi LSM2 asing.
Communication Corner @henrysubiakto
16. Komisi negara sbg regulator baru berwenang keluarkan izin menggeser peran negara, contohnya tjd pd kemunculan BP Migas dan KPI.
Communication Corner @henrysubiakto
17. Walhasil frase "dikuasi oleh negara" yg awalnya izin dikeluarkan oleh pemerintah sbg wujud negara, geser ke komisi yg wakili publik.
Communication Corner @henrysubiakto
18. Seakan publik itu sama dg rakyat, lalu para aktivis nyuarakan aktivitasnya sbg "wakil" publik yg "independen" masuk ke Komisi2 negara.
Communication Corner @henrysubiakto
19. Beda rakyat dg publik? Rakyat itu kongkrit 240 jt, wakilnya dipilih lwt Pemilu. Publik itu abstrak, siapapun bisa klaim sbg wkl publik.
Communication Corner @henrysubiakto
20. Rakyat disebut di UUD, publik berasal dr text book Barat. Rakyat keseluruhan WNI, publik itu atomisasi/individualisasi rakyat.
Communication Corner @henrysubiakto
21. Dlm text Barat ada scarcity theory, anggap frekuensi itu public domain milik publik yg terbatas, mk hrs diurus lembaga yg wakili publik.
Communication Corner @henrysubiakto
22. Pemuja teori Barat, ingin di negri ini urusan frekuensi diserahkan pd lembaga wakil publik yaitu KPI. Ini salah & paksakan konsep asing
Communication Corner @henrysubiakto
23. Dalam konstitusi UUD 45 psl 33, Bumi air dan kekayaan alam di dlmnya dikuasai negara. Bkn oleh publik. Di UUD tak ada istilah publik.
Communication Corner @henrysubiakto
24. Rakyat & negara itu konsep yg dipakai pendiri bangsa, sbg landasan perjuangan. Sdg istilah publik dipakai aktivis sbg legitimasi mrk.
Load Remaining (20)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.