Syarat dan Rukun Alat Tukar atau Uang dalam Syariat Islam

Syarat dan rukun mata uang atau alat tukar terkait dengan syarat dan rukun jual beli. Uang harus diterima secara sukarela, memiliki nilai, dan lazim digunakan sebagai alat tukar. Uang kertas tidak memenuhi syarat dan rukun sebagai uang, karena tidak punya nilai dan merupakan nota hutang, dan dipaksakan.
1
Zaim Saidi @ZaimSaidi

1. Hukum tentang mata uang atau alat tukar dalam syariat terkait dengan rukun jual-beli, yaitu tiga rukun: sukarela, setara, dan tunai.

20/01/2014 07:26:27 WIB
Zaim Saidi @ZaimSaidi

2. Allah SWT mengharamkan pemaksaan jual beli, harus redho sama redho, termasuk jenis atau alat tukar atau uangnya.

20/01/2014 07:27:39 WIB
Zaim Saidi @ZaimSaidi

3. Dalam jual beli, harta ditukar dengan harta lain, yang setara nilainya, mithlan bi mithlin. Kalau tidak setara maka kelebihannya riba.

20/01/2014 07:28:42 WIB
Zaim Saidi @ZaimSaidi

4. Jual beli juga harus tunai, yadan bi yadin. Kalau tidak tunai bukan jual beli, tapi utang. Penangguhan yg dilarang sumber riba an nasiah.

20/01/2014 07:30:18 WIB
Zaim Saidi @ZaimSaidi

5. Maka, uang atau alat tukar menurut syariat Islam harus berupa 'ayn (komoditas) yg punya nilai intrinsik.

20/01/2014 07:31:06 WIB
Zaim Saidi @ZaimSaidi

6. Nota hutang atau voucher, atau dayn, hanya halal sebagai tanda terima privat antara dua pihak, haram digunakan sebagai alat tukar publik.

20/01/2014 07:31:46 WIB
Zaim Saidi @ZaimSaidi

7. Perlu dipahami bhw uang kertas itu metamorfosa dr dayn ini, semula mewakili emas. Tapi saat ini uang kertas bkn dayn, cuma angka belaka.

20/01/2014 07:33:26 WIB
Zaim Saidi @ZaimSaidi

8. Nah, dasar pemilihan jenis 'ayn yg dapat digunakan sbg alat tukar atau uang itu sendiri sepenuhnya bebas, sepanjang sama2 ridho.

20/01/2014 07:34:12 WIB
Zaim Saidi @ZaimSaidi

9. Artinya harus dipahami bahwa halal haramnya suatu transaksi bukan saja ditentukan oleh jenis dan prosedur (akad) transaksinya.

20/01/2014 07:35:15 WIB
Zaim Saidi @ZaimSaidi

10. Substansi atau jenis alat tukar yg digunakan juga nentukan halal haramnya. Tp tidak semua jenis komoditas bisa jd uang atau alat tukar

20/01/2014 07:36:23 WIB
Zaim Saidi @ZaimSaidi

11. Bagaimana Nabi Muhammad, SAW, mengajari kita memilih uang atau alat tukar ini? Hingga tahu mana yg halal dan haram?

20/01/2014 07:37:10 WIB
Zaim Saidi @ZaimSaidi

12. Pertama, pahami hadits Sahih Muslim, dari Abu Said al Khudri r.a, Rasul, SAW, bersabda:....

20/01/2014 07:38:18 WIB
Zaim Saidi @ZaimSaidi

13. "Transaksi pertukaran emas dengan emas harus sama takaran dan timbangannya, dari tangan ke tangan (kontan), kelebihannya adalah riba;..

20/01/2014 07:38:48 WIB
Zaim Saidi @ZaimSaidi

14. ...perak dengan perak harus sama takaran dan timbangannya, dan dari tangan ke tangan (kontan), kelebihannya adalah riba;...

20/01/2014 07:39:18 WIB
Zaim Saidi @ZaimSaidi

15.... tepung dengan tepung harus sama takarannya dan timbangannya, dan dari tangan ke tangan (kontan), kelebihannya adalah riba;...

20/01/2014 07:39:49 WIB
Zaim Saidi @ZaimSaidi

16. ...korma dengan korma harus sama takaran dan timbangannya, dan dari tangan ke tangan (kontan), kelebihannya adalah riba;...

20/01/2014 07:40:18 WIB
Zaim Saidi @ZaimSaidi

17. ...garam dengan garam harus sama takaran dan timbangannya, dan dari tangan ke tangan (kontan), kelebihannya adalah riba."

20/01/2014 07:40:43 WIB
Zaim Saidi @ZaimSaidi

18. Benda niaga, atau 'ayn, yang disebutkan oleh Rasul SAW di atas (emas, perak, gandum, korma, dan garam) dapat digunakan sbg alat tukar.

20/01/2014 07:41:39 WIB
Zaim Saidi @ZaimSaidi

19. Semuanya miliki ciri-ciri tertentu yang memungkinkannya bisa berlaku sebagai alat tukar atau uang.

20/01/2014 07:42:51 WIB
Zaim Saidi @ZaimSaidi

20. Yaitu: daya simpan yang panjang, dapat distandarisasi dan dipecah dalam satuan berat/volume yg fixed, diterima umum sbg alat tukar.

20/01/2014 07:43:36 WIB
Zaim Saidi @ZaimSaidi

21. Sebelumnya telah dijelaskan bhw transaksi hrs adil, atau ada kesetaraan nilai, dalam benda (atau jasa) yang ditransaksikan.

20/01/2014 07:44:29 WIB
Zaim Saidi @ZaimSaidi

22. Dalam hal transaksi benda-benda sejenis namanya pertukaran atau sarf, bila terjadi antara benda tak sejenis, namanya jual-beli.

20/01/2014 07:45:17 WIB
Zaim Saidi @ZaimSaidi

23. Contoh sarf emas dg emas, misal Dinar emas dan kalung, takaran dan timbangan keduanya harus persis sama, dan diserahkan secara kontan.

20/01/2014 07:46:44 WIB
Zaim Saidi @ZaimSaidi

24. Kalau bendanya tak sejenis, boleh tidak sama takaran dan timbangannya, asal "suka sama suka" dan "kontan". Itulah jual beli.

20/01/2014 07:47:11 WIB
Zaim Saidi @ZaimSaidi

25. Ketidaksamaan timbangan dan takaran (baca: nilai) ini, dalam jual beli, adalah sumber keuntungan bagi penjualnya. Itu halal.

20/01/2014 07:47:48 WIB
Load Remaining (28)

Comment

No comments yet. Write yours!