1
eMbah Nyútz™ al-Halāhmbéli @eMbahNyutz
Syaikh Bahauddin Fadlullah al-Astabaradi, pemimpin kaum sufi "hurufi"
eMbah Nyútz™ al-Halāhmbéli @eMbahNyutz
kaum Sufi Hurufi percaya bahwa huruf-huruf adalah kunci untuk mengungkap rahasia pengetahuan al-Qur’an
eMbah Nyútz™ al-Halāhmbéli @eMbahNyutz
Syaikh Fadlullah menjadi Qalandar (Sufi pengembara) setelah bertemu seorang faqir qalandar yg membacakan sajak maulana Rumi
eMbah Nyútz™ al-Halāhmbéli @eMbahNyutz
sajak itu : Untuk apa takut pada kematian padahal engkau abadi? Bagaimana pusara bisa menampungmu sementara enkau punya cahaya Ilahi?
eMbah Nyútz™ al-Halāhmbéli @eMbahNyutz
bait sajak maulana Rumi sudah cukup untuk membuat Syaikh Fadlullah mengalami jadzab
eMbah Nyútz™ al-Halāhmbéli @eMbahNyutz
melalui mimpi2nya berjumpa Rasulullah, Syaikh Fadlullah mndpt bnyk ilmu, dan kelak dikenal sebagai sahib- i ta’wil, penguasa takwil mimpi.
eMbah Nyútz™ al-Halāhmbéli @eMbahNyutz
Fadlullah menyusun karyanya dengan bahasa Persia, yg terpenting adalah Javid-namah (“Kitab Keabadian”) yg menjadi dasar dari gerakan Hurufi
eMbah Nyútz™ al-Halāhmbéli @eMbahNyutz
Menurut Syekh Fadlullah, kunci untuk membuka rahasia kitab adalah makna esoteris dari huruf
eMbah Nyútz™ al-Halāhmbéli @eMbahNyutz
Menurutnya Nabi Adam memahami rahasia 9 huruf, Ibrahim 14 huruf, Musa 22 huruf, Isa 24 huruf dan Muhammad SAW 28 huruf
eMbah Nyútz™ al-Halāhmbéli @eMbahNyutz
menurutnya, Huruf adalah semacam teofani dari Tuhan
eMbah Nyútz™ al-Halāhmbéli @eMbahNyutz
Al-Qur’an, sebagai perwujudan teks dari dunia Ketuhanan yang tak terciptakan, tak bisa diekspresikan tanpa bantuan huruf yang diciptakan
eMbah Nyútz™ al-Halāhmbéli @eMbahNyutz
Jadi pewahyuan melalui huruf-huruf adalah semacam transformasi dari dunia yang tak tercipta ke dunia ciptaan
eMbah Nyútz™ al-Halāhmbéli @eMbahNyutz
Secara garis besar, ilmu huruf mengandung tiga unsur:
eMbah Nyútz™ al-Halāhmbéli @eMbahNyutz
2. simbolisme universal atau makrokosmis yang didasarkan pada korespondensi antar huruf-huruf dan benda-benda anstrologis
eMbah Nyútz™ al-Halāhmbéli @eMbahNyutz
simbolisme manusia dan individu yang didasarkan pada hubungan-hubungan fisiologis
eMbah Nyútz™ al-Halāhmbéli @eMbahNyutz
Dalam kasus huruf Arab, ilmu huruf didasarkan pada cara penggunaan dan interpretasi esoteris atas abjad Arab yang merangkum tiga aspek
eMbah Nyútz™ al-Halāhmbéli @eMbahNyutz
yakni: ideofonik (simbolisme suara yg berlebihan), ideografik (simbolisme tulisan yg berlebihan) dan aritmologik (nilai numerik huruf)
eMbah Nyútz™ al-Halāhmbéli @eMbahNyutz
misalnya alif = 1, mim = 40, ghayn = 1000). Dengan demikian ilmu huruf tak bisa berjalan tanpa ilmu angka. Demikian menrut Syaikh Fadlullah
eMbah Nyútz™ al-Halāhmbéli @eMbahNyutz
Menurut hurufi, unsur penyusun dari seluruh ciptaan tak lain adalah “huruf” dari tiupan “Nafas al-Rahman.”
eMbah Nyútz™ al-Halāhmbéli @eMbahNyutz
Jadi, huruf-huruf dihidupkan, dihubungkan dan dibentuk menjadi makhluk atau kalimat-kalimat
eMbah Nyútz™ al-Halāhmbéli @eMbahNyutz
Setiap huruf, seperti ditunjukkan dalam ilmu fonetik modern, adalah tempat di mana nafas berhenti atau dibelokkan
eMbah Nyútz™ al-Halāhmbéli @eMbahNyutz
Kombinasi huruf menjadi kalimat, dan kalimat menyampaikan makna dari si pembicara, yakni Allah SWT
eMbah Nyútz™ al-Halāhmbéli @eMbahNyutz
Karenanya dikatakan bahwa barangsiapa ingin bercakap dengan Allah hendaklah ia membaca al-Qur’an
eMbah Nyútz™ al-Halāhmbéli @eMbahNyutz
Al-Tirmidhi bahkan menyatakan bahwa semua ilmu ada dalam huruf-huruf karena asal-muasal ilmu sesungguhnya berasal dari Asma Agung Tuhan
Load Remaining (30)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.