1
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
1.Tidur menjadi sesuatu yang esensi dalam kehidupan kita. Karena dengan tidur, kita menjadi segar kembali.
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
2.Tubuh yang lelah, urat-urat yang mengerut, dan otot-otot yang dipakai beraktivitas seharian, bisa meremaja lagi dengan melakukan tidur.
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
3.Dalam Islam, semua perbuatan bisa menjadi ibadah. Begitu pula tidur, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw.
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
4.Namun, ternyata ada dua waktu tidur yang dianjurkan oleh Rasulullah untuk tidak dilakukan.
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
5.Pertama, Tidur di Pagi Hari Setelah Shalat Shubuh
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
6.Dari Sakhr bin Wadi’ah Al-Ghamidi radliyallaahu ‘anhu bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
7.”Ya Allah, berkahilah bagi ummatku pada pagi harinya”
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
8.(HR. Abu dawud 3/517, Ibnu Majah 2/752, Ath-Thayalisi halaman 175, dan Ibnu Hibban 7/122 dengan sanad shahih).
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
9.Ibnul-Qayyim telah berkata tentang keutamaan awal hari dan makruhnya menyia-nyiakan waktu dengan tidur, dimana beliau berkata :
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
10.“Termasuk hal yang makruh bagi mereka – yaitu orang shalih – adalah tidur antara shalat shubuh dengan terbitnya matahari,
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
11.karena waktu itu adalah waktu yang sangat berharga sekali.
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
12.Terdapat kebiasaan yang menarik dan agung sekali mengenai pemanfaatan waktu tersebut dari orang-orang shalih,
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
13. sampai-sampai walaupun mereka berjalan sepanjang malam mereka tdk toleransi untuk istirahat pada waktu tersebut hingga matahari terbit.
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
14.Karena ia adalah awal hari dan sekaligus sebagai kuncinya. Ia merupakan waktu turunnya rizki, adanya pembagian, turunnya keberkahan,
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
15.dan darinya hari itu bergulir dan mengembalikan segala kejadian hari itu atas kejadian saat yang mahal tersebut.
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
16.Maka seyogyanya tidurnya pada saat seperti itu seperti tidurnya orang yang terpaksa” (Madaarijus-Saalikiin 1/459).
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
17.Kedua, Tidur Sebelum Shalat Isya’
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
18.Diriwayatkan dari Abu Barzah radlyallaahu ‘anhu : ”
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
19.Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam membenci tidur sebelum shalat isya’ dan mengobrol setelahnya” (HR. Bukhari - Muslim)
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
20.Mayoritas hadits-hadits Nabi menerangkan makruhnya tidur sebelum shalat isya’. Oleh sebab itu At-Tirmidzi (1/314) mengatakan :
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
21.“Mayoritas ahli ilmu menyatakan makruh hukumnya tidur sebelum shalat isya’ dan mengobrol setelahnya.
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
22.Dan sebagian ulama’ lainnya memberi keringanan dalam masalah ini. Abdullah bin Mubarak mengatakan :
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
23.“Kebanyakan hadits-hadits Nabi melarangnya, sebagian ulama membolehkan tidur sebelum shalat isya’ khusus di bulan Ramadlan saja.”
Alila_Bekasi @Alila_Bekasi
24.Al-Hafidh Ibnu Hajar berkata dalam Fathul-Baari (2/49) :
Load Remaining (4)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.