Cara Memperbaiki Kesalahan Dialog Dalam Cerita

Kultwit Penerbit Moka Media berupa beberapa cara untuk memperbaiki kesalahan yang umum dibuat penulis pemula dalam membuat dialog.
0
Penerbit Moka @mokabuku
Hi, mokaholic! Kembali lagi ke writing class. Minggu ini ada banyak naskah masuk ke Moka Media. Setiap selasa kita bicara #bikincerita bagus
Penerbit Moka @mokabuku
Minggu ini kita akan belajar cara menghindari atau memperbaiki kesalahan yang sering muncul di naskah. Ikuti tagar #bikincerita ya
Penerbit Moka @mokabuku
Kali ini kita akan ngomongin beberapa kesalahan dalam membuat dialog. #bikincerita
Penerbit Moka @mokabuku
Penulis pemula suka bikin dialog persis spt percakapan sehari-hari. "Hai” “Apa kabar?” “Okesip” dll. Dalam fiksi, ini boring. #bikincerita
Penerbit Moka @mokabuku
Bayangin kalau semua dialog kamu dimulai dengan ‘hai’ dan diakhiri dengan ‘daag’, ‘sampai ketemu’ dll. Boring abis, kan? #bikincerita
Penerbit Moka @mokabuku
Penulis harus berpikir bahwa setiap kata atau kalimat yang berada di dalam buku itu penting, jangan menulis hal yang mubazir. #bikincerita
Penerbit Moka @mokabuku
Begitu juga dengan dialog, buang awalan dialog yang nggak perlu seperti “hi” “apa kabar” dll. #bikincerita
Penerbit Moka @mokabuku
Penulis bikin dialog seperti tadi karena merasa harus realistis, padahal tidak semua kejadian yang muncul dalam hidup hrs ada.l #bikincerita
Penerbit Moka @mokabuku
Cerita adalah riwayat hidup tokoh yg diseleksi, kata AS Laksana. Jadi, bagian yg gak penting (termasuk dialog) harus dibuang. #bikincerita
Penerbit Moka @mokabuku
Jadi, coba deh baca ulang dialog yang kamu tulis. Buang bagian sapa-menyapa dan langsung ke tujuan cerita kamu. #bikincerita
Penerbit Moka @mokabuku
Cara untuk memperbaiki dialog gak penting adalah dengan melihat tujuan kamu bikin dialog itu apa. #bikincerita
Penerbit Moka @mokabuku
Coba cari inti dialog kamu. Pikirkan cara paling ringkas menyampaikan dialog. Jangan buang hal untuk dialog gak penting. #bikincerita
Penerbit Moka @mokabuku
Coba kamu berlatih nguping orang. Perhatikan cara mereka ngomong. Nah catat bagian mana yg menarik bagi kamu sebagai penulis. #bikincerita
Penerbit Moka @mokabuku
Nah, lawan dari dialog sehari-hari yg nggak penting adalah dialog yang terlalu informatif atau terasa palsu. #bikincerita
Penerbit Moka @mokabuku
Misalnya: “Hai, Jake. Gimana kabar mobil tuamu yang kamu beli setahun yg lalu dari Toni?” #bikincerita
Penerbit Moka @mokabuku
Dialog ini berniat ngasih info, tapi terasa palsu karena pembicara udah tahu asal usul si mobil dan gak perlu ngomongin lagi. #bikincerita
Penerbit Moka @mokabuku
Kamu bisa ganti dialog tadi,”Ajaib banget mobilmu masih jalan, Jake. Kirain sudah dikubur.” #bikincerita
Penerbit Moka @mokabuku
Ada dialog spt novel terjemahan korea, gak terasa org Ind. “Apa yg kamu sukai? Ayo kita melakukan sesuatu yg kau sukai.” #bikincerita
Penerbit Moka @mokabuku
Padahal dialog di atas bisa disederhanakan jadi “Kamu sukanya apa?” atau “Gimana kalau kita…..” #bikincerita
Penerbit Moka @mokabuku
Coba deh suarakan dialog yang kamu buat. Masuk akal gak omongannya? Terasa nyata nggak? Kalau nggak, ayo perbaiki. #bikincerita
Penerbit Moka @mokabuku
Cari cara lain menyampaikan info tanpa lewat dialog. Misalnya drpd tulis “ha-ha-ha,” tulis, ‘Dia tertawa mendengar komentarku.’#bikincerita
Penerbit Moka @mokabuku
Itu sekilas tentang memperbaiki dialog dalam naskah. Kalau mau tanya tentang dialog, tweet aja ke moka, ya. Jangan lupa tagar #bikincerita

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.