0
Erykar @erikarlebang
"Banyak penyakit dikira sebagai tidak tersembuhkan, padahal cuma karena belum ada obatnya" -Dr. Hwang Sung-Joo
Erykar @erikarlebang
Pola berpikir bahwa makanan itu berkhasiat mengandung ini-itu, umumnya membuat orang menjadi salah kaprah dalam memandang makanan
Erykar @erikarlebang
Akibatnya bahan makanan dilihat layaknya seperti kita melihat obat. Bukan sebagai pemenuhan kebutuhan tubuh, tapi didiktekan sembarang
Erykar @erikarlebang
Padahal pola berpikir obat itu rumit bila disandingkan dengan makanan. Dalam dunia farmakologi berlaku banyak aturan, dosis, berat dll
Erykar @erikarlebang
Infltrasi obat terhadap tubuh juga tergolong cepat dan diharap memberi efek instan. Nah pola pikir ini rancu bila dikaitkan ke makan
Erykar @erikarlebang
Makanan dimakan dengan berbagai tujuan, energi, substansi pelangsung sistem, perawatan organ dan lain sebagainya, ada skala prioritas
Erykar @erikarlebang
Bisa jadi dalam satu makanan terlimpah satu unsur berguna untuk tubuh yang sedang dihadapi masalah, tapi jangan dilupa, cara tubuh mencerna
Erykar @erikarlebang
Orang yang menderita osteoporosis semisal, mengira bahwa ia perlu kalsium dalam jumlah banyak, didapat info bahwa susu berlimpah kalsium
Erykar @erikarlebang
Segera ia minum susu banyak-banyak, berharap tulangnya menguat. Tapi apa lacur? Tulangnya makin keropos, kenapa? Nah ini masalahnya
Erykar @erikarlebang
Kenapa? Salah satunya, kalsium susu, tidak dilengkapi mineral pendamping, agar ia bisa diserap tubuh dengan baik, magnesium yang cukup.
Erykar @erikarlebang
Bukannya terserap tulang dengan baik, kalsium susu malah mengacaukan keseimbangan darah, padahal untuk menjaganya netral diperlukan kalsium
Erykar @erikarlebang
Terpaksa tubuh melepas cadangan kalsium dalam tulang agar keseimbangan darah kembali normal. Walhasil tulang tambah keropos
Erykar @erikarlebang
Contoh lain, semisal sirsak, yang diketahui mengandung unsur polifenol tinggi, sebagai antioksidan penekan radikal bebas pemicu kanker
Erykar @erikarlebang
Segera orang berlomba mengkonsumsi sirsak untuk mencegah dan menyembuhkan kanker. Tapi ya gitu, sembarang aja mengkonsumsinya, asal sirsak
Erykar @erikarlebang
Apa lacur, sirsak dibuat selai saja dianggap berkhasiat menghancurkan sel kanker! Padahal sebaliknya yang terjadi. Pemakaian gula semisal
Erykar @erikarlebang
Polifenol yang cuma 1.53 mg per 100 gram sirsak jelas tidak akan sebanding dengan efek 'merusak' pemakaian gula pada proses pembuatan selai
Erykar @erikarlebang
Sementara kita tahu, sel kanker amat terhidupi dengan asupan gula dari pemilik tubuh. Makin tinggi dia makin suka, mudah berkembang biak
Erykar @erikarlebang
Disini kita belum bicara proses pemanasan, pengemasan, pemberian pengawet pembuatan selai sirsak. Yang berpotensi oksidasi & karsinogenik
Erykar @erikarlebang
Itu contoh kecil, betapa riskannya mencampur adukkan konsep kuratif dari pengobatan dan makanan. Mudah terjadi bias dan kerancuan disana
Erykar @erikarlebang
Makan sehat memang memberi kesehatan dan kesembuhan yang jauh lebih dahsyat serta permanen dari pengobatan, tapi ada syarat harus dipatuhi
Erykar @erikarlebang
Jadikan makan sehat bagian dari pola hidup yang konsisten seumur hidup. Dan makan sehat mengacu pada kemauan tubuh, bukan malah dibalik
Erykar @erikarlebang
Bikin penutup kultwit lama-lama lebih stress daripada kultwitnya sendiri nih
Erykar @erikarlebang
Demikian kibulan malam ini, suka sukur, gak suka unfollow, gak follow bawel? Coba campur selai sirsaknya dengan balsem, kali lebih ampuh!

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.