0
Mas Isharyanto @masisharyanto
Dlm buku Takashi Shiraishi, "Zaman Bergerak" ada diceritakan transformasi ekonomi Jawa dari sektor agraris menjadi rintisan industri.
Mas Isharyanto @masisharyanto
(1/50) Ekononomi daerah Vorstenlanden (Solo dan Yogyakarta) mengalami kesulitan setelah perjanjian Palihan Negari tahun 1755, dimana ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(2/50) wilayah Kasunanan Surakarta termasuk kota Solo dan Kasultanan Yogyakarta berdiri secara terpisah. Dari segi kewilayahan ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(3/50) administrasi, banyak pegawai diangkat oleh pemerintahan kerajaan dengan gaji sistem apanage. Kelemahan sistem ini adalah akan ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(4/50) mempersulit dari sudut ekonomi pedesaan, yaitu ketika tanah-tanah apanage ini ada yang terletak di wilayah Kasultanan Yogyakarta ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(5/50) dan sebaliknya. Hal ini merupakan taktik Belanda untuk memecah belah kekuatan politik Kasultanan di Yogyakarta dan Kasunanan di ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(6/50) Surakarta (Solo), sekaligus menghancurkan sistem ekonomi pedesaan disekitar pusat kraton Solo dan Yogyakarta. Kehidupan ekonomi ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(7/50) pedesaan sekitar pusat Kraton Solo dapat dilihat dari pola penghasilan dan pengeluaran petani sikep (kuli sikep), kuli kendho, ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(8/50) kuli indung dan kuli tlosor. Para petani ini membentuk ikatan sosial yang mewujudkan solidaritas sosial agar ekonomi pedesaan ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(9/50) dapat dipertahankan. Hasil tanah yang digarap petani menghasilkan produksi yang rendah, karena mereka mengakui adanya konsep ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(10/50) bahwa tanah itu milik raja (Vorstendomein). Sistem ini mengharuskan petani menyerahkan beberapa unsur sesuai dengan pengabdian ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(11/50) feodal, seperti tenaga kerja wajib, tenaga kerja sewaktu raja mempunyai hajat, upeti hasil bumi, pajak (masa kolonial) dan lain- ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(13/50) Keadaan ekonomi pedesaan daerah Vorstenlanden Surakarta seperti daerah Klaten, Sukoharja, Wonogiri, Karanganyar, Sragen dan ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(14/50) Boyolali menjadi relatif sulit setelah perlawanan Pangeran Diponegoro terhadap penjajah yang memakan waktu dari tahun 1825 ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(15/50) sampai tahun 1830. Masyarakat yang tinggal di kota Solo dan daerah-daerah pedesaan sekitarnya mengalami kesulitan mencari ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(16/50) penghasilan (uang). Sebuah ”surat kabar perdagangan” yang terbit di Surabaya menyebutkan bahwa daerah Surakarta merupakan daerah ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(17/50) miskin. Orang kebanyakan atau rakyat tidak lagi mempunyai uang untuk membeli bahan makan dan pakaian. Kajian di atas didukung ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(18/50) dengan disertasi Suhartono tentang “apanage dan bekel” untuk melihat perubahan sosial dan gambaran ekonomi pedesaan di pedesaan ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(19/50) Surakarta 1839-1920. Disertasi tersebut menjelaskan bahwa panen yang gagal dan kenaikan harga barang-barang menyulitkan para ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(20/50) petani daerah Surakarta untuk hidup. ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(21/50) Kondisi masyarakat Jawa semakin terpuruk ketika Belanda menerapkan sistem tanam paksa (cultuurstelsel). Tanam paksa diinisiasi ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(22/50) oleh Gubernur Jenderal Van den Bosch pada tahun 1830. Ia mempergunakan desa-desa di Jawa untuk memproduksi komoditi-komoditi ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(23/50) yang mudah diekspor ke luar negeri. Rakyat dipaksa menanam tanaman ekspor yang dikehendaki oleh pemerintah. Beberapa komoditi ...
Load Remaining (27)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.