0
Radio Buku Coworking Space @radiobuku
Booklovers, sepagi tadi kami sudah twitkan "Karno dan Buku". Scroll TL ke bawah ya.
Radio Buku Coworking Space @radiobuku
Sekarang sekondannya #Hatta yg kami twitkan. Malam tirakatan. #17Agustus #H-1
Radio Buku Coworking Space @radiobuku
Kalau #Karno buku yang ekspresif, maka #Hatta buku yang impresif.
Radio Buku Coworking Space @radiobuku
Kalau #Karno buku di laut yg bergolak, maka #Hatta buku di laut teduh dan tenang.
Radio Buku Coworking Space @radiobuku
Mari mengenang proklamator ini saben taon sebagai pembaca buku yg lahap dan tak abis diupacara & seremoni paskibra barisberbaris.
Radio Buku Coworking Space @radiobuku
Indonesia dibangun dari bedil iya, tapi buku jgn lupa. Paling tidak ini yg diteladankan #Karno lalu #Hatta.
Radio Buku Coworking Space @radiobuku
Dan Sukarno-Hatta yg ngatasnamain kamu semua sbg bangsa Indonesia satu itu adalah booklovers juga. #H-1 #17Agustus
Radio Buku Coworking Space @radiobuku
1 Mari kita mulai dgn mengenal #Hatta dari kutipan legendaris berikut ini.
Radio Buku Coworking Space @radiobuku
2 "Lebih suka kami melihat Indonesia tenggelam daripada melihatnya, sebagai embel2 abadi daripada suatu negara asing” #Hatta
Radio Buku Coworking Space @radiobuku
3 Kalo kutipan itu dikhotbahkan orator ternama Sukarno, pastilah merindingkan bulukuduk. Tapi itu berasal dari #Hatta
Radio Buku Coworking Space @radiobuku
4 #Hatta menuliskan pasase itu dengan keberanian reflektif. Menggebrak, tapi dingin. Kayak orangnya.
Radio Buku Coworking Space @radiobuku
5 Kutipan awal tadi bagian dari “Indonesia Vrij”. Disiapkan #Hatta sebagai pembelaan diri dihadapan pengadilan Den Haag 9 Mar 1928.
Radio Buku Coworking Space @radiobuku
6 #Hatta menghadap dewan sidang dgn berani saat usianya baru 26 tahun. #IndonesiaMerdeka ini tak pernah dibacakan.
Radio Buku Coworking Space @radiobuku
7 Bandingkan dgn #Karno usia 30 saat menulis & mendeklamasikan #IndonesiaMenggugat; naskah yg menggetarkan itu. Di GIM kadang dideklamasikn
Radio Buku Coworking Space @radiobuku
8 Bagi pemerintah, #Hatta aktivis menakutkan. Tp ketakutan itu pasti bkn tersebab orasinya yang membakar massa. Hatta gak cakep orasi.
Radio Buku Coworking Space @radiobuku
9 Tahu sendiri #Hatta itu pribadi pendiam, kaku, nyaris senyap. Gak merokok, gak minum bir. Bukan pemuda cafe. Gak tahu dansa & tonil
Radio Buku Coworking Space @radiobuku
10 Ketakutan itu pastilah muncul kerna ketajaman tulisan #Hatta, keluasan kutipan pengetahuannya di jurnal #IndonesiaMerdeka.
Radio Buku Coworking Space @radiobuku
11 Di jurnal #IndonesiaMerdeka #Hatta duduk sbg pimred. #Sjahrir juga disini. Duo Padang ini bersekutu juga kelak di #DaulatRakjat
Radio Buku Coworking Space @radiobuku
12 #Hatta itu kutubuku sejati udah terlihat setelah kapal Tambora 5 September 1921 memuntahkannya di dermaga Rotterdam.
Radio Buku Coworking Space @radiobuku
13 Kunjungan pertama #Hatta bkn tempat2 hiburan dansa2i, ngebir, ato cari kesenangan lelaki dikawasan lampumerah yg aduhai
Radio Buku Coworking Space @radiobuku
14 Tempat yg disamperin pertama #Hatta itu #tokobuku. Catet. Bukan bioskop. #TOKOBUKU. Namanya De Wasterbookhandel
Radio Buku Coworking Space @radiobuku
15 Di toko buku itu #Hatta borong buku: karya Taussig "Principles of Economics", karya Hartley Withers "The Meaning of Money"...
Radio Buku Coworking Space @radiobuku
16 Karya Schar "Handelsbertublehre", karya Gerstner "Bilanzanalyse", dan karya Mr T.M.C. Asser "Schets van het Nederl".
Radio Buku Coworking Space @radiobuku
17 Gimana cara #Hatta bayar buku2 seken itu. Ia pake cara purba: nyicil f 10 saban bulan. Samalah kayak booklovers ngotot nyicil motor.
Load Remaining (95)
Login and hide ads.