0
Seno @SuluhNitisara
jmlh orang miskin di DKI Jkt kemungkinan masih under estimate, krn survei kemiskinan yg dilakukan BPS menggunakan pendekatan rumah tangga.
Seno @SuluhNitisara
warga yg tinggal di kolong tol atau yang tuna wisma, yang jumlahnya sangat banyak, dipastikan tidak terwakili dalam hasil survei
Seno @SuluhNitisara
belum lagi penduduk miskin yang belum mendapatkan KTP DKI Jakarta yang sudah pasti tidak tersurvei.
Seno @SuluhNitisara
anda yang lama tinggal di Jakarta pasti sangsi dengan data kemiskinan dari BPS yang dibanggakan oleh Foke
Seno @SuluhNitisara
ekonomi yg terpusat di DKI, investasi, perputaran uang, APBD, serta infrastruktur. seharusnya DKI bisa lebih baik dari sekarang
Seno @SuluhNitisara
apalagi jika anda tahu bahwa indikator yg digunakan adlh garis kemiskinan sebesar Rp. 355ribu. padahal biaya hidup di Jakarta sangat mahal
Seno @SuluhNitisara
meningkatnya tingkat kriminalitas dan konflik sosial (tawuran) di Jakarta faktanya banyak dipicu oleh kemiskinan dan pengangguran
Seno @SuluhNitisara
kemiskinan di Jakarta adlh fenomena kemiskinan kota (urban poverty), dimana penduduk miskin cenderung terkumpul pada daerah pemukimam kumuh
Seno @SuluhNitisara
bahkan menggunakan barang-barang bekas (seng, papan, dan sebagainya) mereka dengan mudah membangun rumah ala kadarnya di penjuru kota
Seno @SuluhNitisara
Ribuan manusia gerobak juga tidak akan terhitung dalam survei BPS karena BPS hanya mengandalkan data rumah tangga
Seno @SuluhNitisara
warga miskin DKI Jakarta masih sulit mengakses layanan kesehatan. walaupun Pemda DKI punya dua program kesehatan
Seno @SuluhNitisara
dua program itu adalah Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Warga Miskin (JPK-Gakin) dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM)
Seno @SuluhNitisara
sosialisasi program kesehatan Jakarta minim bahkan pengurus RT/RW belum memahami cara rakyat miskin mengakses program ini
Seno @SuluhNitisara
walaupun 2012 Pemda DKI menggelontorkan dana sebesar Rp600 milyar masih banyak warga miskin Jakarta yg kesulitan mengakses kesehatan gratis
Seno @SuluhNitisara
banyak ditemui pasien miskin yang mengaku sudah tahunan menahan penyakit tanpa layanan rumah sakit sesuai yang diJANJIkan oleh Pemprov
Seno @SuluhNitisara
lihat saja keengganan aparatur pemerintahan di DKI Jakarta yg masih sangat jarang melakukan sosialisasi mengenai JPK-Gakin
Seno @SuluhNitisara
Litbang Kompas, menemukan bahwa hanya 29 persen rumah tangga miskin di DKI Jakarta yang punya JPK-Gakin
Seno @SuluhNitisara
artinya, mayoritas warga miskin DKI belum punya JPK-Gakin. ternyata pendaftaran JPK Gakin menggunakan acuan kriteria miskin versi BPS
Seno @SuluhNitisara
akibatnya dapat diduga, banyak warga miskin DKI Jakarta tidak tercakup dalam program ini walaupun dananya yang digelontorkan mencapai 600M
Seno @SuluhNitisara
faktanya : kriteria miskin versi BPS sangat tidak manusiawi dan tidak sesuai dengan realitas kemiskinan di DKI Jakarta!!!!
Seno @SuluhNitisara
pengguna SKTM di Jakarta, masih dikenakan apa yang disebut cost sharing alias berbagai biaya. ternyata orang miskin tidak bebas biaya.
Seno @SuluhNitisara
penerapan JPK-Gakin di lapangan lebih kacau lagi. banyak pasien JPK-Gakin yang ditolak oleh rumah sakit. juga tetap dikenai biaya
Seno @SuluhNitisara
data litbang Kompas, masih ada 19,9% pemegang kartu JPK-Gakin dimintai uang saat berobat di rumah sakit
Seno @SuluhNitisara
Litbang Kompas juga menemukan sekitar 63,2 persen pemegang SKTM masih dimintai uang saat berobat di rumah sakit
Seno @SuluhNitisara
ditemukan juga adanya praktek perlakuan berbeda atau diskriminasi antara penerima JPK-Gakin dan pasien yang punya kemampuan membayar
Load Remaining (56)

Comment

Login and hide ads.