0
Mas Isharyanto @masisharyanto
CHECK THIS OUT: Kesuksesan pengelolaan migas masa Soekarno yg dicoret dari sejarah nasional.
Mas Isharyanto @masisharyanto
(1/35) Kesuksesan Bung Karno dalam tata kelolah migas bukan saja terletak pada besarnya keuntungan dari migas yang mengalir kekantong ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(2/35) negara, tetapi juga terlihat pada begitu berdaulatnya pemerintah Indonesia dihadapan korporasi- korporasi asing (Stanvac, Shell, ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(3/35) dan Caltex). Kemajuan terbesar dari tata kelola migas yang "berdikari" dimasa itu adalah kemajuan di sektor pendidikan. Pada ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(4/35) tahun 1950, orang yang bisa baca-tulis diperkirakan 10% dan diperkirakan terdapat 230 orang Indonesia yang memiliki pendidikan ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(5/35) lanjutan (setingkat SMU) lulusan lembaga-lembaga pendidikan kecil yang didirikan Belanda. Dalam sepuluh tahun, orang-orang yang ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(6/35) bisa baca-tulis telah meningkat menjadi lebih dari 80% dan sekolah-sekolah hampir ada di setiap desa. ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(7/35) Setelah penyerahan kedaulatan pada tahun 1949, Bung Karno banyak berfikir tentang cara mentransfer kepemilikan kekayaan alam dan ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(8/35) perusahaan vital dari tangan asing ketangan rakyat Indonesia. Nasionalisme menjadi sentimen umum rakyat Indonesia setelah ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(9/35) merdeka, segera setelah itu, tuntutan nasionalisasi perusahaan milik asing bergolak dimana-mana. Meskipun sudah merdeka, ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(10/35) kepemilikan asing terhadap sektor pertambangan masih dominan, diperkuat dengan masih berlakunya Mining Law 1899, yang merupakan ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(12/35) Di bawah Bung Karno, kontrol terhadap migas beralih ketangan pemerintah Indonesia, setelah selama ratusan tahun berada dibawah ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(13/35) penguasaan penjajah. Kendati perusahaan asing tetap mendapatkan ijin beroperasi tetapi mereka diwajibkan mengakui kedaulatan ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(14/35) bangsa Indonesia terhadap kekayaan migas sampai kepada tempat penjualan (point of sale). Bung Karno selalu mengingatkan, ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(15/35) janganlah kita sebagai "A Nation Among Coolie And Coolie Among Nation" (bangsa kuli atau menjadi kuli di tengah bangsa- bangsa ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(17/35) Terhadap perusahaan asing, terutama "Tiga Besar" (Stanvac, Caltex, dan Shell), presiden Soekarno mengeluarkan kebijakan ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(18/35) membekukan konsesi bagi MNC dan memberlakukan UU Nomor 44 Tahun 1960. UU ini menegaskan, "Seluruh pengelolaan minyak dan gas ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(19/35) alam dilakukan negara atau perusahaan negara." Selain itu, presiden Soekarno menawarkan renegoisasi terhadap MNC dengan ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(20/35) point-point sebagai berikut; pembagian keuntungan/laba (PSA) sebesar 60:40 (60% Indonesia dan 40 % asing), penyerahan area ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(21/35) eksplorasi dan konsesi dalam batas waktu tertentu (5 sampai 10 tahun), MNC wajib memenuhi kebutuhan domestik dengan harga yang ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(22/35) ditentukan oleh pemerintah, serta menjual asset dan distribusi pemasaran setelah jangka waktu tertentu. Kesuksesan pengelolaan ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(23/35) migas pada masa itu menjadi alasan diterimanya Indonesia bergabung dalam kelompok negara pengekspor minyak (OPEC), tahun 1962. ...
Mas Isharyanto @masisharyanto
(24/35) Keuntungan besar dari sektor migas, yang merupakan 25% dari total ekspor Indonesia, diinvestasikan besar-besaran pada sektor ...
Load Remaining (11)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.