0
Dunia Militer @DuniaMiliter
Pada masa perang kemerdekaan, para pejuang Republik Indonesia tidak bertempur sendirian.
Dunia Militer @DuniaMiliter
Banyak pula warga negara lain, seperti dari Taiwan, Filipina, India, Pakistan, hingga Pasifik Selatan,
Dunia Militer @DuniaMiliter
bahkan ada juga warga Belanda dan Jepang juga turut terlibat dalam pasukan Indonesia.
Dunia Militer @DuniaMiliter
Mereka turut berjuang membela Merah Putih karena berbagai alasan serta motivasi.
Dunia Militer @DuniaMiliter
Seperti demi solidaritas sesama negara terjajah, karena alasan kemanusiaan, juga untuk mencari peruntungan.
Dunia Militer @DuniaMiliter
Para desertir tentara Jepang juga memiliki beragam motivasi tersendiri untuk berjuang di pihak Indonesia.
Dunia Militer @DuniaMiliter
Ada yang takut menghadapi pengadilan militer sekutu. Ada yang malu untuk pulang sebagai tentara kalah perang,
Dunia Militer @DuniaMiliter
apalagi negaranya juga hancur hingga mereka tak tahu bagaimana kehidupan di Jepang setelah kalah perang.
Dunia Militer @DuniaMiliter
Merekapun resah menghadapi kenyataan adanya tentara sekutu sebagai tentara pendudukan di Jepang.
Dunia Militer @DuniaMiliter
Selain itu, mereka juga merasa berhutang janji untuk memberi kemerdekan kepada bangsa Indonesia sebagaimana yang telah dijanjikan Jepang.
Dunia Militer @DuniaMiliter
Para tentara Jepang yang turut membela Indonesia melawan Belanda itu tergabung dalam Pasukan Gerilja Istimewa (PGI),
Dunia Militer @DuniaMiliter
PGI merupakan salah satu pasukan elite RI dalam perang kemerdekaan (1945-1949) yang bermarkas di Wlingi, Blitar, Jawa Timur.
Dunia Militer @DuniaMiliter
Pasukan ini berjumlah sekitar seribu orang, di pimpin oleh Tomegoro Yoshizumi alias Bung Arif,
Dunia Militer @DuniaMiliter
dengan didampingi wakilnya, Tatsuo Ichiki alias Abdul Rahman.
Dunia Militer @DuniaMiliter
Markas PGI tersembunyi di sebuah lembah. Ada sumber air, goa, dan rumah-rumah pohon yang tersembunyi dengan baik.
Dunia Militer @DuniaMiliter
PGI pernah mengobrak-abrik acara perayaan Hari Wilhelmina atau Hari Lahir Ratu Belanda.
Dunia Militer @DuniaMiliter
Pada 3 Januari 1949, PGI akhirnya hancur ketika markas mereka diketahui Belanda.
Dunia Militer @DuniaMiliter
Wakil komandan PGI, Tatsuo Ichiki alias Abdul Rahman gugur pada hari itu.
Dunia Militer @DuniaMiliter
Ada sebagian dari mantan anggota PGI yang mampu bertahan dan kemudian bergabung dengan berbagai kesatuan di TNI.
Dunia Militer @DuniaMiliter
Di antaranya yang tercatat adalah Letnan Muda Eiji Miyahara alias Umar Hartono
Dunia Militer @DuniaMiliter
Beliau bergabung dengan Resimen Tirtayasa, Divisi Siliwangi, dan wafat 15 Oktober 2013 lalu pada usia 93 tahun.
Dunia Militer @DuniaMiliter
Beliau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.
Dunia Militer @DuniaMiliter
Kini tertinggal seorang saja mantan anggota PGI yang masih hidup, yaitu Rahmat Shigeru Ono (93) yang lahir di Hokkaido, Jepang.
Dunia Militer @DuniaMiliter
Beliau saat ini dalam keadaan tunanetra dan buntung kehilangan tangan kiri dalam perang kemerdekaan RI.
Load Remaining (2)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.