1
Suara Rakyat @TrioMacan2000
Tahun 2009 PD dan SBY bisa menang karena banyak faktor. Salah satunya adanya 18 juta suara pemilih palsu alias siluman
Suara Rakyat @TrioMacan2000
18 juta suara siluman itu masuk ke perhitungan suara melalui pengadaan 18 juta KTP palsu yg kemudian dimasukan nama2nya dalam DPT
Suara Rakyat @TrioMacan2000
18 juta suara palsu itu didistribusikan secara merata ke seluruh propinsi di Indonesia. Propinsi padat disisipi 1 juta pemilih palsu
Suara Rakyat @TrioMacan2000
Propinsi padat itu seperti Jawa barat, Jawa Timur, Jawa Tengah. Sedangkan propinsi sedang seperti Sumut, DKI, Yogya, Bali, banten, 750 ribu
Suara Rakyat @TrioMacan2000
Propinsi2 yg penduduknya tdk terlalu padat, disisipi 300-500 ribu suara palsu dari NIK dan indentitas KTP palsu yg dibuat oknum pemerintah
Suara Rakyat @TrioMacan2000
Di DKI contohnya ditemukan 50.000 pemilih palsu hasil sisiran sebuah partai politik yg punya staf ahli IT KPU
Suara Rakyat @TrioMacan2000
Modus pemalsuan KTP yg jadi database pemilih palsu itu adalah dgn mengganti ujung NIK (nomor induk kependudukan) KTP asli
Suara Rakyat @TrioMacan2000
Misalkan NIK : 09.5306.010170.0010 diganti ujungnya menjadi 0011, 0012, dst sampai 0999. Namanya tetap sama
Suara Rakyat @TrioMacan2000
Agar tidak ketahuan, mendagri saat itu Mardiyanto ditugaskan mengamankan dibantu dgn timses khusus dan KPU.
Suara Rakyat @TrioMacan2000
Tanpa pengecekan secara silang antar DPT TPS melalui sistem IT, maka kecurangan ini tdk akan diketahui. Karena KTP Palsu tsb tersebar di TPS
Suara Rakyat @TrioMacan2000
Pengecekan hanya melalui dokumen rekap hasil suara C-1 atau D-4 tak akan bisa membuktikan telah terjadinya mark up DPT dan hasil suara
Suara Rakyat @TrioMacan2000
Selain modus utama dgn rekayasa / ubah NIK pada satu KTP asli yg lahirkan ratusan KTP dan pemilih palsu, juga rekayasa nama dan alamat
Suara Rakyat @TrioMacan2000
Sehingga mustahil bisa ditemukan bukti utk seluruh /total pemilih palsu yg sdh disisipkan di DPT dan hasil rekapitulasi suara
Suara Rakyat @TrioMacan2000
Pada pemilu 2009, semua pihak yg terlibat dlm tabulasi suara nasional pasti ingat peristiwa jebol atau hang nya IT KPU Pusat. Itu disengaja
Suara Rakyat @TrioMacan2000
Kapasitas IT KPU 2009 awalnya sengaja diperkecil agar ketika masuk suara nasional dlm jumlah agak besar secara bersamaan, IT otomatis hang
Suara Rakyat @TrioMacan2000
Ketika IT KPU hang/jebol (kalau tdk salah saat masuk suara dari sulsel), saat itulah oknum2 mengutak atik IT KPU dan input data palsu
Suara Rakyat @TrioMacan2000
Itu sebabnya suara PD bisa naik drastis 300% dari hanya 7% menjadi 21%. Modus sama ketika SBY bisa raih 63 juta suara dlm pilpres
Suara Rakyat @TrioMacan2000
Hanya sedikit sekali pihak yg mampu sisir suara palsu jika digunakan penyisiran manual. Bisa botak kepala dan nanar tuh mata hehe
Suara Rakyat @TrioMacan2000
Beda jika penyisiran suara palsu dilakukan dgn cross check (periksa silang) dgn tampilkan hasil perhitungan suara antar TPS dan DPT antarTPS
Suara Rakyat @TrioMacan2000
Dgn penyisiran metode kombinasi by name by NIK antar TPS akan ketahuan bhw pada TPS yg berbeda ditemukan pemilih yg sama
Suara Rakyat @TrioMacan2000
Namun, pihak luar tidak bisa lakukan penyisiran hasil suara di TPS2 yg berbeda krn pada 2009, IT KPU menutup akses utk bisa lihat hasil TPS
Suara Rakyat @TrioMacan2000
Padahal pada pemilu 2004, KPU meyediakan akses pada IT KPU utk bisa akses sampai pada hasil perhitungan suara di TPS. Kenapa 2009 beda?
Suara Rakyat @TrioMacan2000
Aneh bin nyata bhw IT KPU 2009 membatasi akses publik hanya sampai hasil perhitungan suara kabupaten / kota saja. Why why why oh delila ..
Suara Rakyat @TrioMacan2000
Nah, siapa anggota KPU 2009 yg paling bertanggungjawab thdp penetapan pembatasan akses publik hny sampai hasil suara di Kab /kota saja?
Load Remaining (37)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.