0
Clarissa Lee @zeinhein
malem ini mau kultwit ah tentang coat-tail effect *psikologi-politik*
Clarissa Lee @zeinhein
di psikologi politik, itu ada istilah yang dikenal dengan "coat-tail effect" kalo di-Indonesiain sih jadinya pengaruh ekor-jas, hehe
Clarissa Lee @zeinhein
nah, untuk tau apa itu "coat-tail effect" kayanya harus cerita dulu tentang Warren Harding
Clarissa Lee @zeinhein
suatu hari di tahun 1899, dua org berbincang2 sambil nunggu sepatunya beres di semir di taman belakang Globe Hotel di Richwood, Ohio.
Clarissa Lee @zeinhein
yang satu namanya Warren Harding, seorang editor surat kabar dr kota kecil Marion, Ohio yg lg ikut pemilihan buat jadi anggota Senat
Clarissa Lee @zeinhein
yang satu lagi namanya Harry Daugherty, orang yang cerdas dan dalam dunia politik terkenal sebagai orang dibelakang layar
Clarissa Lee @zeinhein
Harry Daugherty jatuh hati sama "perawakan" dan "penampilan" dari Harding yang "presiden banget"
Clarissa Lee @zeinhein
Usia Harding sekitar 35, semua anggota tubuhnya begitu menarik perhatian. bahkan wartawan setempat blg Harding ini "seperti Dewa Romawi"
Clarissa Lee @zeinhein
pada detik itu yang ada di pikiran Daugherty kayanya "tidakkah orang ini bisa menjadi Presiden yang hebat?"
Clarissa Lee @zeinhein
dan sejak saat itu (1899), Harding mulai dipoles sama daugherty untuk jadi tokoh nasional.. menariknya, ia selalu menang karena "TAMPANG"
Clarissa Lee @zeinhein
di taun 1914, dia terpilih jadi senat Amerika, walaupun ga hadir saat debat masalah penting, yaitu soal UU tentang perederan minuman keras
Clarissa Lee @zeinhein
seiring bertambah usia, tampang Harding semakin mapan. rambut keperakan dan alis tebal membuat konstituen terpana dan bilang "julius cesar"
Clarissa Lee @zeinhein
dengan tampang itu pula lah, banyak media yang bilang dari tampang Harding ini "calon presiden yang tampan", "sosok sempurna untuk presiden"
Clarissa Lee @zeinhein
di taun 1920, Daugherty ngeyakinin Harding untuk maju ikut konvensi partai Republik.
Clarissa Lee @zeinhein
Harding menyingkirkan kelima calon lain dengan pidato yg belakangan disebut "ungkapan kosong tanpa makna", tapi gayanya mempesona!!
Clarissa Lee @zeinhein
dan calon presiden Harding, yg asalnya dari desa, menjadi Warren Harding si presiden Amerika!!!
Clarissa Lee @zeinhein
tragis, karena Harding menduduki jabatan presiden hanya 2 tahun sebelum akhirnya meninggal mendadak karena stroke
Clarissa Lee @zeinhein
kebanyakan sejarawan setuju (silahkan di cek), bahwa Harding adalah salahsatu presiden yang sangat buruk dalam sejarah Amerika Serikat
Clarissa Lee @zeinhein
semenjak itu, political science (ilmu politik) berkembang pesat.. dan salahsatunya soal "coat-tail effect" ini
Clarissa Lee @zeinhein
para pakar saat itu ingin tau, apa gerangan yg menyebabkan Amerika memilih "orang yang salah" untuk memimpin. tinjauannya langsung sistem
Clarissa Lee @zeinhein
para pakar saat itu berpendapat, sistem pemilihan yang salah.. karena waktu itu presiden dipilih duluan, baru milih parlemen
Clarissa Lee @zeinhein
karena kemenangan Harding, yg juga di claim merupakan kemenangan partai Republik.. merupakan "coat-tail effect"
Clarissa Lee @zeinhein
"coat-tail effect" ini mksdny org2 ud sgt terpesona sama sosok/citra seseorang hingga bahkan ketika dia menyibakan buntu jasnya, klepek2 deh
Clarissa Lee @zeinhein
nah, nyambung ke perilaku memilih orang Indonesia... "coat-tail effect" ini rupanya ngaruh banget buat orang Indonesia..
Clarissa Lee @zeinhein
model sosiologis (milih karena sama suku bangsa/agama/jeniskelamin) sama model rasional (milih krn program) jadi ga relevan lagi. hihihi
Load Remaining (5)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.