0
Erykar @erikarlebang
Sel kanker tidak mudah dibunuh begitu saja. Mereka bisa menduplikasi diri di tempat lain, untuk survive dan berkembang @febrywell @siliwilis
Erykar @erikarlebang
Sel kanker sama seperti naluri mahluk hidup lain yang gak mau begitu saja di-genocide. Pasti mereka akan menyelamatkan diri dan berkembang
Erykar @erikarlebang
Makanya melulu mengandalkan medikasi invasif untuk mengalahkan kanker, lebih banyak bersifat untung-untungan ketimbang keberhasilan eksak
Erykar @erikarlebang
Mau berbentuk operasi pengangkatan, kemoterapi, terapi listrik, nitrogen membekukan sel kanker kek, dihitung rasio pasti banyakan gagalnya!
Erykar @erikarlebang
Umumnya karena pola pikir yang muncul adalah anggapan bahwa sel kanker itu bak benalu berupa sel parasit yang merusak harmoni sistem tubuh
Erykar @erikarlebang
Tapi karena dianggap seperti benalu, pasrah pas dicabut, sel kanker pasif dan tidak bisa melawan. Akhirnya membuat kanker jadi hal misterius
Erykar @erikarlebang
Sel kanker dihancurkan di satu titik, dia lalu muncul di titik lain. Begitu terus. Dan kadang muncul lagi di tempat dia telah dihancurkan
Erykar @erikarlebang
Hal sederhana yang terlupakan, sel kanker itu tidak seperti tanaman benalu. Yang pasrah saat dicabut dan tidak ganggu lagi pasca dibersihkan
Erykar @erikarlebang
Sel kanker punya kemampuan survival. Ia tidak rela begitu saja dimusnahkan. Mirip penduduk planet Krypton, saat kiamat, kirim Kal El ke bumi
Erykar @erikarlebang
Intinya sel kanker akan berusaha menduplikasi dirinya, agar harmoni hidupnya bisa langgeng di satu komunitas besar, tubuh yang didiami
Erykar @erikarlebang
Sebenarnya cara melawan kanker paling efisien, adalah dengan memanfaatkan logika ini. Paham sederhana tentang pertumbuhan sebuah populasi
Erykar @erikarlebang
Apa sih yang membuat sebuah populasi berkembang di satu daerah? Sederhana, pasti ada kemudahan atau daya tarik dari tempat itu untuk didiami
Erykar @erikarlebang
Daerah yang mudah mencari rezeki, pasti segera mengalami ekskalasi penduduk yang cepat dan signifikan. Era daerah tambang emas semisal
Erykar @erikarlebang
Gak usah jauh-jauh bicara daerah. Katakan di daerah tropis panas. Ruangan apa yang paling nyaman dihuni? Umumnya jawab, "yang sejuk, ber-AC"
Erykar @erikarlebang
Apa yang terjadi saat AC dimatikan? Pasti ruangan itu akan ditinggal. Nah, logika sederhana ini sebenarnya ampuh untuk melawan kanker
Erykar @erikarlebang
Buat tubuh menjadi areal yang tidak nyaman bagi sel kanker untuk tumbuh dan berkembang biak. Bagaimana caranya? Ada beberapa jalan keluar
Erykar @erikarlebang
Temuan Otto Heinrich Warburg yang diganjar hadiah nobel tahun 1931, bisa menjadi acuan sangat vital untuk merubah pola pikir melawan kanker
Erykar @erikarlebang
Walau temuannya secara resmi terkait sistem hidup sel kanker terutama pemanfaatan oksigen, ia mendapati hal lain yang sebenarnya signifikan
Erykar @erikarlebang
"Sel kanker hidup dalam PH yang asam". Ini sebenarnya titik terang dalam mengalahkan sel kanker. Kenapa? Kita tahu sifat dasar sel tersebut
Erykar @erikarlebang
"Sel sehat adalah sel bersifat basa", statement lanjutan berbasis temuan dr. Warburg. Dengan kata lain, ubah PH jadi netral cenderung basa
Erykar @erikarlebang
Sel kanker akan segera kehilangan alasan untuk hidup dalam tubuh seseorang saat kondisi PH tersebut tercapai. Bagaimana? Nah kasus lain
Erykar @erikarlebang
Kita bisa mengacu pada temuan Antoine Bechamp (1816-1908) tentang keseimbangan PH asam-basa tubuh sebagai penentu kesehatan seseorang
Erykar @erikarlebang
Temuan Bechamp menempatkan bahwa "bakteri, virus, tidak akan bisa berkembang dalam tubuh seseorang bila lingkungannya tidak memungkinkan"
Erykar @erikarlebang
Belakangan ia mengembangkan temuannya itu tidak lagi sekedar kepada bakteri atau virus, tapi juga sel kanker. Dan memang terbukti efektif
Load Remaining (13)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.