0
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
1.Cara paling aman yang dapat kita lakukan agar anak tak terpapar pengaruh dari luar adalah mendidik sendiri anak kita di rumah.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
2.Kita benar-benar mendidik sendiri anak-anak kita. Tidak mengirim mereka ke sekolah. Tetapi ada syaratnya.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
3.Pertama, kita memang harus benar-benar mengilmui apa yang kita akan ajarkan sekaligus mengilmui bagaimana mengajarkannya kepada anak.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
4.Kedua, kita harus dapat menjamin bahwa orang-orang yang tinggal serumah dengan kita juga harus sejalan dan sepaham dengan kita.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
5.Ketiga, kita mendidik mereka secara total sehingga anak-anak memperoleh bekal yang mencukupi.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
6.Nah, pertanyaannya, siapkah kita? Jika tidak, maka pilihan kita adalah mengizinkan orang lain mempengaruhi anak kita melalui sekolah.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
7. Merekalah guru-guru yang memang secara khusus belajar bagaimana mendidik anak. Tetapi ini pun tidak cukup.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
8.Jika guru hanya mengajarkan materi pelajaran, sementara mereka tak punya komitmen tinggi & kepedulian terhadap iman anak-anak kita, >>
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
9.>> maka jangan terkejut jika mereka fasih berbicara tapi hampa imannya. Mereka pandai berbicara agama, tapi tak meyakini sepenuh jiwa.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
10.Selain guru, ada sumber pengaruh lainnya yang potensial. Anak pasti akan bergaul dengan teman-temannya.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
11.Mereka berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda-beda dengan nilai yang berbeda-beda.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
12.Maka ketika datang ke sekolah, mereka juga membawa kebiasaan, budaya, cara pandang dan bahkan keyakinan keluarga ke sekolah.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
13.Nilai-nilai yang mereka dapatkan dari rumah, akan mereka tawarkan kepada teman-temannya di sekolah. Saling pengaruh akan terjadi. Pasti.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
14.Pertanyaannya, kita-kira anak kita termasuk yang mudah terpengaruh ataukah yang paling banyak mempengaruhi temannya?
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
15.Kira-kira, pengaruh baik ataukah buruk yang ia berikan? Pun, pengaruh mana yang lebih mudah mereka serap; baik atau buruk?
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
16.Pergaulan anak dengan teman boleh jadi menguatkan atau sebaliknya melemahkan nilai-nilai yang ditanamkan dari rumah maupun sekolah.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
17.Kita dapat menyalahkan teman-temannya, bahkan orangtua mereka, manakala anak kita menjadi buruk setelah bergaul dengan teman-temannya.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
18.Tapi ada satu pertanyaan yang perlu kita jawab dengan jernih, mengapa teman-temannya dapat meruntuhkan apa yang telah kita tanamkan?
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
19.Apakah yang menyebabkan anak lebih percayai temannya? Dan apa pula yang menjadikan perkataan kita lebih dipegangi dengan penuh hormat.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
20.Secara sederhana, jika anak dekat secara emosi & melihat kita sebagai sosok yang jujur, maka mereka akan lebih mendengar kita.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
21.Pun demikian dengan guru, jika anak melihat guru sebagai figur yang layak dipercaya dan dihormati, pengaruh guru akan kuat.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
22.Karenanya, orangtua dan guru memiliki tugas untuk saling menguatkan kepercayaan anak terhadap keduanya.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
23.Orangtua perlu menumbuhkan kepercayaan, penghormatan dan ikatan emosi anak terhadap guru.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
24.Sementara guru semenjak awal menanamkan kepercayaan, kecintaan & keinginan untuk berbuat kebajikan kepada kedua orangtua.
Moh. Fauzil Adhim @kupinang
25.Ada tiga kebutuhan psikis anak yang harus kita perhatikan.
Load Remaining (16)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.