Kedudukan akal dalam agama Islam by @itjcikarang

Kedudukan akal dalam agama Islam by @itjcikarang
0
#TanpaJIL Cikarang @ITJCikarang
Mimin mau belajar bahas kedudukan akal dalam agama islam,kan kalau orang JIL tuh sukanya akalnya seolah seperti tuhannya ;)
#TanpaJIL Cikarang @ITJCikarang
1.Ali radhiallahu 'anhu berkata: “Seandainya yang menjadi tolak ukur di dalam agama ini adalah akal pikiran.
#TanpaJIL Cikarang @ITJCikarang
2.niscaya bagian bawah khuf lebih pantas untuk diusap daripada bagian atasnya.
#TanpaJIL Cikarang @ITJCikarang
3.Dan sungguh aku pernah melihat Rasulullah mengusap bagian atas dua khufnya.” (Diriwayatkan oleh Al-Imam Abu Dawud)
#TanpaJIL Cikarang @ITJCikarang
4.Ucapan shahabat yang mulia di atas mengisyaratkan kepada kita tentang kedudukan akal di dalam agama
#TanpaJIL Cikarang @ITJCikarang
5.dan bahwa agama ini tidaklah diukur dengan akal pikiran namun kembalinya kepada nash,
#TanpaJIL Cikarang @ITJCikarang
6.yaitu apa kata Allah Subhanahu wa Ta'ala dan apa kata Rasul-Nya Shallallahu 'alaihi wa sallam.
#TanpaJIL Cikarang @ITJCikarang
7.Namun kita dapati ada sebagian manusia yg sangat mengagungkan akal sehingga mereka memposisikan akal tsb di atas Al Qur’an dan As-Sunnah.
#TanpaJIL Cikarang @ITJCikarang
8.Bila sesuai dengan akal, mereka terima, dan bila bertentangan dengan akal – menurut mereka– mereka tolak atau simpangkan maknanya.
#TanpaJIL Cikarang @ITJCikarang
9.Islam tidaklah menelantarkan akal,dan tdk mengangkatnya lbh dr porsinya namun akal ditempatkan pda tempatnya dan digunakan dgn semestinya.
#TanpaJIL Cikarang @ITJCikarang
10.Al Qur’an yang mulia telah banyak memberikan dorongan kepada kita untuk mempergunakan akal pikiran.
#TanpaJIL Cikarang @ITJCikarang
11.Kita diperintahkan untuk memikirkan Al Qur’an hingga sampai pada keyakinan tentang kebenarannya,
#TanpaJIL Cikarang @ITJCikarang
12.sebagaimana kita diperintah untuk memikirkan ciptaan Allah untuk menambah keyakinan kita kepada-Nya.
#TanpaJIL Cikarang @ITJCikarang
13.“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an (memikirkan dan merenungkannya).....
#TanpaJIL Cikarang @ITJCikarang
14...Kalau sekiranya Al Qur’an itu bukan dari sisi Allah,niscaya mereka akan mendapatkan pertentangan yang banyak di dalamnya.”(An-Nisa: 82)
#TanpaJIL Cikarang @ITJCikarang
15.Akal memiliki kemampuan yang terbatas sehingga ia tidak dapat mencapai seluruh hakikat yang ada.
#TanpaJIL Cikarang @ITJCikarang
16.Bila akal dilepaskan begitu saja tanpa bimbingan niscaya ia bisa keliru dan terjerumus dalam kesesatan.
#TanpaJIL Cikarang @ITJCikarang
17.Sebagaimana kemaksiatan pertama yang dilakukan oleh makhluk terhadap Rabbnya,
#TanpaJIL Cikarang @ITJCikarang
18.ketika Iblis diperintah untuk sujud kepada Adam 'alaihissalam sebagai tanda penghormatan kepada Adam, 'alaihissalam.
#TanpaJIL Cikarang @ITJCikarang
19.Iblis enggan karena ia merasa lebih mulia dan lebih tinggi daripada Adam.
#TanpaJIL Cikarang @ITJCikarang
20.Ia diciptakan dari api sementara Adam dari tanah. Menurut akal Iblis, api itu lebih mulia daripada tanah.
#TanpaJIL Cikarang @ITJCikarang
21.“Aku lebih baik daripadanya (Adam), Engkau ciptakan aku dari api sementara dia Engkau ciptakan dari tanah liat.” (Al-A’raf: 12)
#TanpaJIL Cikarang @ITJCikarang
22.Dengan begitu,akal perlu dibimbing oleh wahyu dan harus tunduk dgn wahyu,karena wahyu itu dari firman Allah dan perkataan-Nya yang suci.
#TanpaJIL Cikarang @ITJCikarang
23.sementara akal adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah. Karena akal itu terbatas,
#TanpaJIL Cikarang @ITJCikarang
24.syariat menetapkan ia tidak boleh berdalam-dalam membahas perkara yang tidak mungkin dijangkau.
Load Remaining (6)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.